Berita PKS

PKS Jateng Siagakan 1000 Relawan PKS untuk Bantu Penanganan Bencana Gunung Semeru

06 Dec 2021 | 08:44 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

Semarang -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah Siagakan 1000 Relawan PKS untuk turun membantu penanganan bencana erupsi Gunung Semeru. Ketua DPW PKS Jateng Muh Haris mengatakan sebagai respons cepat atas musibah yang melanda masyarakat Lumajang - Malang PKS Jateng mengirimkan tim Respon Cepat Bencana PKS Jateng dan mensiagakan Relawan PKS.

"Kita semua tahu, kemarin sore Gunung Semeru memuntahkan nafasnya hingga menutupi Desa Desa yang ada di kaki Gunung. Kita segera kirimkan Tim terbaik untuk berangkat terlebih dahulu, dan pada kesempatan ini Kita Siagakan 1000 Relawan untuk terjun ke Lapangan," jelas Muh Haris saat memimpin Apel Kesiapsiagaan dan Respon Cepat Bencana Gunung Semeru yang berlokasi di Kantor DPTW PKS Jawa Tengah, Ahad (05/12/2021).

Haris mengungkapkan Relawan PKS diminta untuk mempersiapkan diri baik secara fisik, mental, dan logistik, guna memaksimalkan seluruh Pelatihan yang sudah diberikan selama ini untuk membantu masyarakat terdampak.

"Teman teman Relawan sudah berlatih terus, mensiagakan ilmunya. Inilah saatnya mengaplikasikan ilmu dan hati untuk membantu Masyarakat terdampak dikaki Gunung Semeru, apakah siap?" tanya Muh Haris dan disambut dengan kesiapsiagaan Relawan PKS yang hadir dalam Apel tersebut.

Muh Haris berharap, dengan diterjunkannya tim Respon Cepat atas Bencana Gunung Semeru mampu membantu dan memetakan kebutuhan selanjutnya. Sebagaimana diketahui Gunung Semeru mengeluarkan asap tebal nan panas pada Sabtu 4 Desember 2021 pukul 15.20 WIB.

Relawan PKS Jateng akan berkumpul dan berkoordinasi dengan Relawan PKS lainnya di Posko Relawan PKS yang sudah berdiri di sekitar Kaki Gunung Semeru. Hingga data terakhir yang dikumpulkan, 11 Kecamatan terdampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

Kronologis terjadinya awan panas guguran Gunung Semeru, Jawa Timur pada hari Sabtu, 04 Desember 2021, pukul 14:50 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 5160 detik, pada pukul 16.40 WIB, getaran pada seismograf sudah mengecil.

"Selain itu, tak lupa Kita panjatkan doa kepada Allah SWT untuk saudara saudara kita yang ada disana. Dikuatkan, ditabahkan, dan ditenangkan. Tak lupa pula untuk teman-teman yang berangkat tetap patuhi protokol kesehatan saat beraktifitas disana, mengingatkan teman dan masyarakat. Karena kita juga masih dalam masa pandemi Covid-19, semoga Allah SWT melindungi kita semua," pungkas Muh Haris.