Berita PKS

Kunjungan ke Tanjung Palapas, Presiden PKS Siap Perjuangkan Aspirasi Kerabat Kesultanan Bulungan

29 Jun 2022 | 11:04 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

Tanjung Selor (28/06) — Datang dengan speedboat baracuda, Presiden PKS Ahmad Syaikhu disambut jajaran pengurus DPD PKS Bulungan di dermaga Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Jumat (24/6/2022).

Saat tiba di Tanjung Palas, Ahmad Syaikhu mengenakan pakaian beskap berwarna hitam dengan motif emas khas Kesultanan Bulungan.

Dirinya berkunjung ke Rumah Raya di Jalan Kasimuddin, Tanjung Palas di mana ia disambut ritual tepung tawar dan juga disambut tuan rumah dari kerabat kesultanan sekaligus Ketua lembaga adat kesultanan Bulungan (LAKB), Datu Buyung Perkasa.

Datu Buyung sempat menuturkan sejarah Rumah Raya yang menurutnya minim perhatian dari pemerintah.

“Terima kasih sudah berkunjung ke Rumah Raya, rumah ini dibangun dari tahun 1870, ini adalah kediaman dari Datu Mansyur,” kata Datu Buyung.

“Tanpa Kesultanan Bulungan tidak akan ada Provinsi Kaltara, tapi sangat disayangkan minimnya bantuan dari pemerintah,” ungkapnya.

Ia berharap kedatangan Ahmad Syaikhu yang merupakan anggota DPR-RI ini dapat memperjuangkan aspirasi dari Lembaga Adat Kesultanan Bulungan.

“Harapan saya kedatangan beberapa tokoh berkunjung ke rumah ini dapat perhatian, dan Bapak Ahmad Syaikhu dapat mengakomodir ini,” harapnya.

Usai memberikan sambutan, Datu Buyung memberikan ikat kepala signal khas Bulungan berwarna oranye kepada Ahmad Syaikhu, menurut Datu Buyung pemberian signal tersebut menandakan Ahmad Syaikhu telah menjadi bagian dari kerabat Kesultanan Bulungan.

“Saya sangat terharu tadi menjadi bagian dari keluarga Bulungan ini,” kata Ahmad Syaikhu.

Ahmad Syaikhu mengaku akan memperjuangkan aspirasi dari LAKB ke tingkat pusat, ia juga meminta para anggota legislatif dari PKS baik di Bulungan maupun di Kaltara memperjuangkan hal yang sama.

“Insya Allah kita perjuangkan aspirasi dari Bulungan ini mudah-mudahan ada hasilnya, kita akan sampaikan ke kawan-kawan di DPR RI karena heritage ini dari sisi kesejarahannya sangat mahal,” katanya.

Menurut Syaikhu, memperjuangkan aspirasi dari kesultanan-kesultanan yang ada di Indonesia adalah bagian dari menjaga keutuhan NKRI.

“Kita memahami pengorbanan-pengorbanan Kesultanan-kesultanan yang ada di Indonesia yang mengorbankan wilayah dan sebagainya untuk NKRI,” ujarnya.

“Oleh karena itu sangat layak kalau sekarang kita berjuang menjaga NKRI, kita belajar juga dari sejarah,” papar Ahmad Syaikhu.