Berita PKS

Orasi Kebangsaan di Sulawesi Selatan. Dr. Salim : Ada Titik Temu Perbedaan antar Anak Bangsa

11 Aug 2022 | 10:07 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail Ketua Mejelis Syura PKS Dr. Salim Menyampaikan Orasi Kebangsaan di Sulawesi Selatan. (Selasa, 9/8/2022).

Makassar (10/08) — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyelenggarakan acara dialog kebangsaan di Hotel Claro Selasa, (9/8/2022).

Ketua Majelis Syura PKS, Dr. Salim Segaf Aljufri hadir memberikan orasi kebangsaan yang didampingi oleh Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, Anggota DPR RI Andi Akmal Pasluddin, dan Ketua DPW PKS Sulsel, Amri Arsyid, SP.

Acara dialog kebangsaan itu merupakan rangkaian Program Dr. Salim Menyapa Indonesia di Sulawesi Selatan. Tujuannya untuk mengokohkan semangat transformasi dan kolaborasi antar elemen bangsa, untuk menjawab berbagai persoalan negeri dan memajukan Indonesia.

Dr. Salim mengatakan bahagia bisa bertemu dan berdialog dengan Gubernur Sulsel, para akademisi, seniman, tokoh lintas agama hingga pengusaha yang semuanya adalah elemen bangsa.

Dr. Salim menekankan pada tiga hal penting untuk diwujudkan di mana pun berada, yaitu sepakat untuk cinta pada NKRI yang dilandasi dengan kekuatan niat, sepakat menjaga dan mempertahankan NKRI, serta sepakat bersama mewujudkan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Ketiga hal ini harus diwujudkan, apakah kita sebagai eksekutif atau anggota dewan di mana pun kita berada, apakah sebagai tokoh agama, semua harus bersepakat bagaimana kita mewujudkan cita-cita pendiri bangsa,” kata Dr. Salim.

Selama empat hari di Sulsel, Dr. Salim mendapat hal luar biasa berkaitan dengan ‘local wisdom’, yang kaya falsafah terutama ketika ia mendapatkan gelar I Waliuddin Karaeng Manaba. Dr. Salim mengatakan bersyukur dan bangga membawa gelar itu untuk mewujudkan makna gelar tersebut.

“Saat mendapat gelar tersebut, saya tidak berbangga-bangga, justru banyak muatan lokal di dalamnya perlu digali. Tidak hanya di sini, kita pun bisa dapatkan di seluruh negeri. Seperti di Sulteng dengan bahasa Kaili nya yang artinya, jika kamu berbuat baik, kebaikan pula yang akan kamu dapatkan,” bebernya.

Menurutnya ada beberapa ungkapan indah dan menganggapnya sebagai obat penenang seperti ‘sipakatau, sipakalebbi, sipakatuo, sipakainge’. Jika diterjemahkan menjadi saling menghormati, saling menghargai, saling memuliakan, saling mengingatkan yang perlu dipertahankan sehingga bukan retorika semata, namun harus diwujudkan.

Menteri Sosial RI periode 2009-2014 ini menjelaskan setiap pemimpin perlu memosisikan diri sebagai seorang ayah.

“Seluruh anak bangsa ini adalah anak kita. Sebagai seorang ayah, tidak akan merasa senang sampai anak-anaknya sejahtera. Setiap anak diarahkan sesuai kondisinya dan jika di sanksi, berikan sanksi yang manusiawi sebagai seorang ayah pada anaknya,” ungkap Dr. Salim.

Dr. Salim mengajak semua anak bangsa terus berbuat yang terbaik buat negeri, terus berbuat kebaikan seperti ungkapan ‘being Indonesia is never ending process’ melakukan terus kebaikan dan tidak akan berhenti sebelum masalah selesai.

Bahkan, lanjut Dr. Salim, pada kehidupan seorang muslim pun dalam Surah Al-Hajj ayat 77, seorang muslim diperintahkan ruku, shalat, dan ibadah yang pada ujung ayat diserukan berbuat kebaikan untuk keuntungan dirinya sendiri.

PKS menekankan dua hal penting dalam membangun bangsa yaitu transformasi dan kolaborasi.

“Kolaborasi dan transformasi menurut saya sangat mudah, asal kita mencari titik temu, tidak menyalahkan satu sama lain. Titik temu jauh lebih baik daripada perbedaan di antara kita meski perbedaan itu pasti terjadi,” ucap Dr. Salim.

Dr. Salim berharap ke depannya, PKS melahirkan pemimpin-pemimpin yang memiliki visi kebangsaan dan visi kepemimpinan. Visi kebangsaan menyatukan bangsa, bahasa, dan tanah air. Sedangkan visi kepemimpinan adalah pemimpin yang merangkul, mempersaudarakan, membangun kesepakatan bersama serta mengayomi seluruh anak bangsa.

Indah sekali jika pemimpin bisa mengayomi seluruh rakyatnya, kata Dr. Salim. Begitu seseorang menjadi pemimpin dia harus mengakomodir seluruh anak bangsa.

“Dia harus pandai mengambil hati rakyat dan memenuhi hak-hak rakyat. Insya Allah jika PKS ditakdirkan memimpin negeri ini di berbagai level, maka hak-hak semua elemen bangsa akan dijamin dan dimuliakan,” tandas Dr. Salim.