Berita PKS

Bersikeras Impor Beras Diakhir Tahun, Legislator PKS Tagih Janji Pemerintah Serap Beras Dalam Negeri

07 Dec 2022 | 09:38 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS Andi Akmal Pasluddin

Jakarta (06/12) — Rencana Impor beras di bulan Desember 2022 mendapat sorotan tajam dari Anggota DPR RI Komisi IV, Andi Akmal Pasluddin.

“Di ujung tahun kok malah Impor Beras,” katanya.

Politisi PKS ini sangat menyesalkan tindakan pemerintah yang sudah membayar secara resmi beras impor. Bahkan menurut info yang didapatkan, beras impor ini akan masuk ke tanah air di bulan desember 2022 untuk memenuhi pasokan CBP di gudang Perum Bulog, yang saat ini berkurang.

Akmal mengatakan, Komisi IV sudah melakukan berbagai tindakan evaluasi, pengawasan terhadap Kementerian pertanian, Bulog, ID Food dan PT Pupuk Indonesia. Bahkan menurutnya, lembaga-lembaga yang berkaitan untuk memastikan ketersediaan beras nasional ini dalam satu forum yang sama di komisi IV.

Legislator asal Sulawesi Selatan II ini menjelaskan, panen raya yang merupakan siklus tahunan di periode Februari-April 2022 dan Juli-Agustus mestinya dapat dioptimalkan dari sisi manajemen stok dan distribusinya.

“Saya ini mendapat masukan dan keluhan dari berbagai petani maupun lembaga petani akan wacana impor beras yang sudah dipastikan oleh pemerintah. Mendag sudah bicara, menteri BUMN sudah bicara, Kabulog bicara bahkan terakhir pak Wapres bicara wacana impor beras yang hampir dipastikan terjadi di penghujung tahun 2022. Impor beras ini menyakiti Petani pak,” Tegas Akmal.

Anggota DPR yang kini di Badan Anggaran ini menyarankan pemerintah, Kalaupun mesti impor beras, jangan beras yang di impor. Mesti dipikirkan bila ambil produk dari luar negeri apalagi pangan utama, harus dapat menciptakan pekerjaan baru pada sektor pengolahan, industri turunan, dan pengangkutan.

“Gabah yang diimpor, negara dapat bahan gabah sepanjang tahun untuk digiling sehingga beras di dapatkan, bekatul dimiliki, ada menir dan sekam. Selain itu, penyimpanan gabah lebih murah biayanya dibandingkan penyimpanan beras,” pungkasnya.

Akmal menambahkan, produk turunan gabah yang jumlahnya ribuan ton, akan dapat dioptimalkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, bisa juga sebagai bahan bata tahan api, silika dan lain sebagainya.

Pria kelahiran Bone ini mempertanyakan, janji kementerian pertanian di rapat terakhir ketika RDP eselon 1 kementan yang juga hadir dirut bulog, kepala Bapanas, ID Food dan PT Pupuk yang menyatakan kesediaannya memasok stok gudang bulog dari gudang petani. Janji ini seharusnya terealisasi pekan akhir November atau awal desember.

“Kita sudah sering dapat janji tinggal janji. Janji untuk tidak impor beras pada panen raya Agustus lalu, janji pasokan stok beras dalam negeri pekan lalu. Semua lips Service pemerintah, dan saling bertolak belakang. Kini bahkan sekelas wapres angkat bicara meyakinkan pentingnya impor beras,” tutup Andi Akmal Pasluddin.