Berita PKS

Tuntut Pemerintah Sikap Tegas Soal Natuna, Sohibul: Jangan Ditutupi Eufemisme

20 Jan 2020 | 17:10 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

Jakarta -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menerangkan tuntutan rakyat terhadap pemerintah untuk tegas soal Natuna bukan dimaksudkan mengajak perang. Hal ini ditegaskan Sohibul dalam acara 'Ngopi Bareng Presiden PKS' di MD Building, Senin (20/01/2020).

"Sebetulnya yang diinginkan rakyat Indonesia termasuk juga oleh PKS jangan kemudian ditafsirkan terlalu jauh seolah tuntutan pemerintah untuk tegas itu ngajak perang. Dalam kamusnya bersikap tegas equal dengan ngajak perang itu penafsiran yang childish," tegas Sohibul.

Dia menjelaskan bahwa tegas tidak berarti harus berperang, namun tegas disini adalah pemerintah diminta untuk mengambil sikap serta respons yang proporsional.

"Ketika itu sebuah pelanggaran katakan itu sebuah pelanggaran. Tidak usah dibungkus dengan eufemisme dia adalah kawan. Ini yang kita tuntut, kita harapkan," ujar Sohibul.

Karena eufemisme, lanjut dia, akan memunculkan presepsi dari bangsa lain betapa kita ini sangat lemah dan didominasi oleh bangsa-bangsa lain.

Sohibul menyampaikan PKS berpegang pada adagium 'Seribu kawan tidak cukup satu lawan kebanyakan' namun pemerintah tetap harus punya sikap terhadap kawan yang melakukan pelanggaran itu.

"Masalahnya ketika diantara seribu kawan ini ada satu kawan yang melakukan pelanggaran terhadap tata krama pergaulan internasional, tentu kita harus punya sikap terhadap pelanggaran yang dilakukan," ucap Sohibul.