Berita PKS

Telepon Netty untuk Orangtua Staf yang Hilang Indra Penciuman

29 Nov 2020 | 13:53 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail Aggtota Fraksi PKS DPR RI Netty Prasetyani dalam Munas V PKS, Ahad (29/11/2020). (Daru/PKSFoto)

"Assalamualaikum. Apa kabar, Dok? Semoga senantiasa sehat. Saya Netty Aher..."

Di depan pintu kaca, lobby dekat convention center tempat Munas V PKS, Netty Heryawan sedang menelepon seseorang di balik masker.

Anggota Fraksi PKS DPR RI itu ngobrol panjang lebar dengan yang ada di seberang suara. Tampak merajuk sesuatu.

"Orangtua staf saya di Bojonggede.
Orangtuanya hilang indra penciuman. Sampai sekarang hilang Indra penciuman, makanya Saya telepon,"  ungkap dia usai menutup telepon menjelang puncak acara Munas di Bandung, Ahad (29/11/2020).

"Staf saya masih sehat makanya Saya bilang kamu isolasi aja, susah memang kalau tinggal satu rumah. Apalagi 3 dari 6 anggota keluarga sudah positif," tutur Netty.

Semua berawal dari kerabat yang berkunjung ke rumah Bojonggede saat bapak sang staf sedang kurang sehat. Saat kerabat pulang hari Senin melakukan swab, Selasa dinyatakan positif. Kerabatnya adalah perawat di sebuah rumah sakit bagian kemoterapi.
Bapak sang staf yang kurang sehat itu semakin menjadi. Demam parah tiap malam. Sementara ibu sang staf hilang Indra penciuman tiga hari setelah kunjungan itu.

"Kemarin dia baru cerita ke staf yang satunya. Dan baru tadi pagi nyampein ke saya," tutur istri Ahmad Heryawan ini.

Oleh sebab itu Netty segera menelepon Kepala Dinas Kesehatan Bogor supaya menginstruksikan puskesmas terdekat. Dia minta PCR karena masyarakat yang lapor karena status sosialnya, kadang nggak langsung direspons sama pihak terkait. RT RW sudah lapor, puskesmas sudah lapor. Tapi juga belum direspons.

"Saya juga kaget. Kalau dilihat dari gejalanya terindikasi ke sana," kata Netty.

Penyintas covid-19, menurut dia, tidak hanya terkena secara fisik melainkan juga aspek mental-psikologis. Sebab penyintas akan dijauhi dalam tanda kutip untuk sementara waktu. Tidak hanya orang luar tapi juga dijauhi keluarga.

"Kalau penyakit yang lain, orang bisa menjenguk dan memberikan penguatan, sentuhan, belaian, tapi covid-19 ini justru kita malah berjauhan," kata dia.

Inilah salah satu alasan Netty menelepon ke pihak Dinas Kesehatan. Selain untuk mengadvokasi PCR, menelepon adalah bentuk dukungan mental penyintas.

"Saya juga baru sembuh dari Covid-19," selorohnya. Ia bergegas masuk ke convention. Acara tengah dimulai.