Berita PKS

Saksikan Gala Premiere Sisterlillah, Presiden PKS: Ini Kado Istimewa bagi Insan Film

18 Apr 2021 | 20:54 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

BANDUNG (18/4) -- Presiden PKS Ahmad Syaikhu memberikan apresiasi terhadap Film Sisterlillah. Menurutnya, ini merupakan kado istimewa bagi Insan Film di Tanah Air.

Hal itu disampaikan Syaikhu, saat menyaksikan Gala Premiere atau Pemutaran Perdana Film Sisterlillah yang dibintangi oleh Oki Setiana Dewi dan Ria Ricis itu.

"Ini kado istimewa bagi kita, khususnya Insan Film Nasional," ujar Syaikhu.

Ada beberapa alasan, lanjut Syaikhu menjadikan film ini istimewa. Pertama, film ini dibuat oleh sineas-sineas muda dan kreatif. Kedua, tema yang diangkat sangat kontekstual dengan kondisi sosial masyarakat kita saat ini. Yakni tentang peran perempuan dalam kehidupan. Bahkan, tema film ini diangkat dari kisah nyata. Ketiga, film ini bergenre dakwah. Sebuah pilihan yang berani di tengah situasi perfilman nasional yang sedang lesu akibat pandemi.

Karena itu, ketika mendapatkan undangan untuk menghadiri acara tersebut, tanpa pikir panjang Syaikhu langsung menyatakan siap hadir.

"Saya segera menyatakan siap hadir ketika dapat undangan," ungkap Syaikhu.

Bagi Syaikhu, film bukan sekadar karya hiburan. Tapi juga produk budaya dan ideologi. Didalamnya bisa kita hadirkan nilai-nilai budaya yang sesuai dengan jatidiri kita, yakni Pancasila.

"Film yang hanya hiburan tak akan bertahan lama. Cepat hilang dan dilupakan," kata Syaikhu lagi.

Tapi tidak demikian jika film tersebut sarat dengan nilai-nilai budaya yang telah mendarah daging di masyarakat. Film tersebut akan long lasting atau abadi.

"Saya melihat Film Sisterlillah ini berpotensi besar menjadi karya yang akan berumur panjang atau abadi," tutur mantan Wakil Walikota Bekasi itu.

Film ini, tambah Syaikhu, akan terus jadi bahan perbincangan banyak orang karena kualitas artis, sutradara, produser, tim lain dan temanya. Dakwah hari ini harus lebih kreatif dan inovatif. Film ini jadi salah satu jawabannya.

"Karena itu, tak berlebihan jika saya menyatakan film ini bukan film biasa. Tapi film yang akan menjadi sejarah bagi dunia film di Indonesia," jelas Syaikhu.

Sebagai Anggota Komisi I DPR RI yang juga membidangi soal film, Syaikhu memberikan apresiasi khusus.

"Kita butuh dan rindu produk film bermutu seperti ini, di tengah tsunami nilai-nilai budaya yang tak sesuai dengan Pancasila dan NKRI," pungkas Syaikhu.


Berita Terkait