PKS Jatim Gelar Nuzulul Quran, Ahmadi: Kaderisasi Harus Terus Berjalan

Surabaya - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Timur menggelar peringatan Nuzulul Quran pada Ahad (16/3/2025). Acara yang berlangsung penuh khidmat ini diisi dengan Khotmil Quran yang dipimpin oleh KH DR Mudawi Ma’arif serta diakhiri dengan buka puasa bersama.

Sekretaris DPW PKS Jawa Timur, Ahmadi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan kaderisasi dan soliditas struktur partai di setiap tingkatan.

“Alhamdulillah, kita bisa bersilaturahim dalam suasana yang luar biasa, memperingati Nuzulul Quran, berbuka bersama, dan sebelumnya melaksanakan khataman. Ini adalah agenda rutin yang selalu kita laksanakan,” ujar Ahmadi.

Ahmadi kemudian menyampaikan salam dari Ketua DPW PKS Jatim yang sedang melakukan ibadah Umroh di tanah suci.

Dalam kesempatan itu, Ahmadi menyampaikan rasa terima kasih kepada Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jatim yang telah membimbing kepengurusan DPW selama periode 2020–2025. Ia menilai kepemimpinan kolektif di DPW berjalan produktif dengan didampingi oleh Dewan Pengurus Tingkat Wilayah (DPTW).

“Dalam lima tahun ini, kondisi kepengurusan berjalan kondusif dan memberikan kontribusi luar biasa. Apalagi di era saat ini, kegiatan partai sangat banyak, produktif, dan disertai administrasi yang tertib,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti sejumlah program yang sedang berjalan menjelang akhir periode kepengurusan, termasuk penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang telah disetorkan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS.

Di bulan Ramadan ini, PKS Jatim turut serta dalam berbagai program nasional, seperti PKS Pulang Kampung, penyediaan baju baru bagi masyarakat, serta pendirian posko mudik di berbagai titik strategis.

“Kami sudah meminta 10 kabupaten/kota untuk bersiap mendirikan posko mudik, seperti di Sidoarjo, Mojokerto, Madiun, Ngawi, Malang, Trenggalek, Jember, Banyuwangi, dan Sumenep. Posko ini menjadi salah satu bentuk pelayanan PKS kepada masyarakat,” jelasnya.

Terkait kaderisasi, Ahmadi menegaskan bahwa pertumbuhan kader harus terus berlanjut meski kepengurusan akan berganti.

Ia menggambarkan sistem kaderisasi di PKS seperti jaringan listrik yang harus terus mengalir dari pusat ke daerah hingga ke masyarakat.

“Jaringan listrik ini tidak akan ada arusnya kalau tidak ada anggotanya. Anggota inilah yang menyebarkan dan menyampaikan kebaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa capaian politik PKS, termasuk perolehan kursi di legislatif, sangat bergantung pada kekuatan struktur dan kader. Oleh karena itu, kader-kader PKS harus memiliki pemahaman Islam yang baik, bacaan Quran yang benar, akhlak yang mulia, serta wawasan kebangsaan yang kuat.

“Struktur yang solid akan mendukung para tokoh partai dalam memperjuangkan kepentingan umat dan bangsa,” pungkasnya.

Acara Nuzulul Quran ini menjadi momentum bagi PKS Jatim untuk semakin mempererat silaturahim serta menguatkan komitmen dalam perjuangan politik berbasis nilai-nilai Islam.