Berita PKS

PKS Bicara Milenieal Takeover dalam Kepemimpinan Nasional

03 Dec 2020 | 09:12 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan dr Gamal Albinsaid dalam acara Persada Jawa Timur di Surabaya, Rabu (2/12) (PKSFoto Jatim)

Surabaya -- Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan dr Gamal Albinsaid bicara tentang tren anak-anak muda yang jadi pemimpin dunia. Ia menyebut, anak-anak muda Indonesia telah menorehkan tinta emas saat memulai revolusi kemerdekaan untuk negeri ini.

Sekarang, tren anak-anak muda menjadi pemimpin dunia kembali terjadi. Gamal menyebut, tren ini sebagai peluang anak-anak muda muncul dalam panggung kepemimpinan nasional.

"Sekarang terjadi tren milenial takeover, dunia yang dipimpin oleh anak-anak muda. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky 42 tahun, Amir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani 33 tahun, Wakil Perdana Menteri Italia Luigi Di Mario 32 tahun," ujarnya dalam Gathering Pemenangan Pilkada Sayap Pemuda (Persada) PKS se-Jatim di Surabaya, Rabu (2/12/2020) malam.

Ia yakin anak-anak muda Indonesia akan bisa menjawab tantangan kepemimpinan jika diberikan kesempatan. Ia mencontohkan PKS yang berani memberikan kepercayaan kepada dirinya, seorang anak muda dari daerah untuk mejadi Ketua DPP.

Gamal menyebut, ada empat hal yang bisa diberikan kepada anak-anak muda agar mereka bisa bersama dalam sebuah ide dan gagasan. Pertama berikan respek kepada anak muda. Anak muda harus merakan dirinya dihargai. Pendekatan yang dilakukan, ujar Gamal, bukan pendekatan gaya feodalisme yang kaku.

Kedua inspirasi. Berikan anak-anak muda inspirasi lewat keteladanan dan kebaikan dengan menyentuh hati mereka. "Selanjutnya support dan empowering dukung dan berdayakan mereka sesuai dengan apa yang mereka sukai dan kerjakan," sebut Gamal.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu sepakat dengan gagasan dr Gamal bahwa anak-anak muda harus didorong dalam kepemimpinan nasional. Hal itulah yang melatarbelakangi penunjukan dr Gamal sebagai Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan.

"Beliau akan mengajak anak anak muda bisa berjuang bersama PKS lima tahun ke depan," ujar dia

Indonesia, ujar Asyik, akan mendapatkan bonus demografi saat usia produksi lebih mendominasi dalam struktur pendudul.

Presiden Asyik lantas meminta agar anak-anak muda Indonesia memanfaatkan masa muda untuk berprestasi. "Manfaatkan masa muda untuk mengukir masa depan. Kita tak khawatir masa Indonesia jika anak-anak mudanya sadar akan potensi mereka," tuturnya.


Berita Terkait