Berita PKS

Legislator PKS Tegaskan Komisioner KPU dan Bawaslu Terpilih Jangan Tersandera Kepentingan

17 Feb 2022 | 10:42 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

Jakarta (16/02) — Komisi II DPR RI selama tiga hari berturut-turut (14-16 Februari 2022) melakukan fit and proper test Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Calon Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Sebanyak 14 calon anggota KPU dan 10 calon anggota Bawaslu akan menjalani uji kelayakan di hadapan Anggota Komisi II.

Anggota Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur, menegaskan DPR RI harus mampu mencari komisioner yang setia pada tujuan bernegara dan siap bersikap jujur dalam menyelenggarakan Pemilu.

“Kita harus pastikan komisioner KPU dan Bawaslu yang akan terpilih tidak bisa dibeli oleh siapapun, baik perorangan, parpol, istana maupun oligarki,” ujarnya disela-sela sidang Komisi II.

“Masyarakat harus turut mengawasi para wakilnya di DPR, agar tetap komitmen mencari komisioner yang mampu menyelenggarakan Pemilu jujur, adil dan memuaskan rakyat, bukan memuaskan para konglomerat,” sambungnya.

Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur ini sangat menyayangkan terkait dengan beredarnya daftar nama komisioner terpilih di tengah proses fit and proper test.

“Mestinya saat fit and proper test berlangsung, jangan ada spekulasi nama yang dimunculkan. Agar para Anggota DPR RI yang melakukan fit and proper test tetap profesional menyeleksi. Sungguh disayangkan hal ini terjadi, apalagi dilabeli sebagai kesepakatan partai koalisi,” ungkapnya.

Namun Aus Hidayat Nur meminta agar semua pihak tidak terpengaruh dengan nama-nama yang beredar.

“Ini bisa jadi hoaks, karena menyebut partai yg mendukung atau mengusungnya, padahal DPR khususnya komisi dua bekerja untuk demokrasi yang sehat dan jauh dari sikap saling curiga, sehingga ini bila dibiarkan akan menjadi sumber keretakan dan perpecahan yang tidak kita inginkan. Sebaiknya pimpinan Komisi II memberi penjelasan,” pintanya.

Politisi PKS ini mengimbau agar masyarakat aktif mengawasi.

“Penting bagi masyarakat untuk mengawasi proses ini, karena ini akan berdampak pada hajatan Pemilu 2024 yang merupakan kepentingan rakyat semua. PKS insyaAllah tetap berjuang agar yang terpilih adalah komisioner yang profesional, bukan pesanan pihak-pihak tertentu,” tegasnya.