Berita PKS

Boboti Ranperda Perseroda Maluku Energi Abadi, FPKS Maluku Akan Gelar FGD

03 Jul 2020 | 15:50 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

SBB -- Wilayah Maluku dianugerahi potensi minyak dan gas bumi yang menjanjikan, karena terdapat sembilan wilayah kerja minyak dan gas bumi, baik yang masih dalam tahap eksplorasi maupun yang sudah berproduksi. Salah satunya, potensi dan pengelolaan blok Masela terhadap kesejahteraan orang Maluku menjadi prioritas utama.

Guna mengawal hal di atas, Fraksi PKS DPRD Maluku dalam waktu dekat, akan melaksanakan focus group discussion (FGD). Topik FGD ini akan membahas, dan membedah ranperda perusahaan perseroan daerah Maluku Energi Abadi, dan penyertaan modal pemerintah daerah Maluku kepada Perseroda Maluku Energi Abadi.

Perihal gagasan rencana kegiatan itu disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Maluku Turaya Samal, ketika ditemui di Gedung DPRD karang panjang, usai menghadiri pansus pembahasan Perseroda Maluku Energi Abadi (01/07/2020).

“Senin depan Fraksi PKS akan melaksanakan FGD tentang Perseroda Maluku Energi Abadi. FGD ini dilakukan untuk menelaah, dan mengawasi kesiapan pemerintah daerah dalam pengelolaan PI 10% maupun dampak sosial, ekonomi dan budaya yang muncul akibat pengelolaan blok Masela,” ungkap Samal.

Sebagaimana diketahui bahwa potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang asalnya dari dividen sesuai dengan skema Participation Interest (PI) 10 persen mencapai Rp 60 triliun per tahun. Dana sebesar ini harusnya bisa dikelola dengan bijak demi kemaslahatan daerah.

"Tentu anggaran yang spektakuler ini, bisa menjadi katalisator upaya pemberantasan kemiskinan, dan memajukan pendidikan di daerah ini. Kami berharap dana besar ini, bisa dipertanggungjawabkan secara baik oleh Gubernur sebagai kepala daerah. Kami yakin beliau bisa, dan kami dari fraksi akan terus mengawal setiap programnya,” tandas Samal.

Guna mematangkan diskusi ini berjalan dengan konstruktif dan solutif, FGD akan dihadiri oleh beberapa narasumber, yaitu Dr. Marwan Batubara selaku Direktur Riset Studi Sumber Daya Indonesia, Musalam Latuconsina selaku praktisi Migas, dan beberapa narasumber lainnya yang memiliki kompetensi di bidang migas.