Berita PKS

PKS Berbagi Takjil dari Kuala Lumpur Hingga Surabaya

23 Jul 2013 | 13:49 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

Semarang - Program bagi takjil nasional Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bergema luas. Tak kurang dari kota-kota besar di Indonesia hingga Kuala Lumpur Malaysia, kader PKS berbagi takjil dengan masyarakat.

Di Jawa Tengah (Jateng), 500 ribu takjil dibagikan ke masyarakat. Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jateng Agus Riyanto Slamet mengatakan seluruh Dewan Pengurus Daerah (DPD) se-Jateng kompak melayani masyarakat untuk mendapatkan sajian berbuka.

"Momentum Ramadhan waktu yang tepat untuk dekat ke masyarakat," ungkapnya di Semarang, Senin (22/7).

Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Fikri Faqih menambahkan kegiatan ini juga diikuti oleh anggota legislatif dan calon anggota legislatif. "Semua kader di Jawa Tengah ikut," ungkap Faqih.

Disaat yang sama, DPD PKS Surabaya membagikan 10 ribu paket takjil. Ketua DPD PKS Surabaya Ibnu Shobir mengatakan pembagian takjil menyasar hingga ke warga di gang-gang sempit. "Di perkampungan, pengendara motor, semua senang dengan program PKS ini," ungkapnya.

Yang menarik ujar Ibnu, program nasional ini dibiayai sendiri dari kantong-kantong kader. “Kami tumbuhkan semangat untuk berbagi dan berkorban bagi kader di bulan Ramadhan ini, khususnya berkorban dana (uang),” katanya.

Di Kuala Lumpur, Pusat Informasi dan Penerangan (PIP) PKS Malaysia tak ingin ketinggalan. PIP PKS Malaysia membagikan paket takjil dan parcel kepada 60 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sedang bermasalah. Seluruh TKI itu ditampung Pihak KBRI untuk diurus secara tuntas kasusnya. Mulai dari yang tidak dibayar gaji hingga kasus berat.

Perwakilan PIP PKS Malaysia Iqbal Muslich menyatakan kegembiraanya bisa bersilaturahim dengan TKW di KBRI. PIP PKS Malaysia bertekad akan terus berbagi dan peduli kepada semua masyarakat Indonesia yang ada di Malaysia dari berbagai kalangan.

Para penghuni shelter yang hadir mengungkapkan mereka sangat senang dengan kehadiran PKS ke shelter dan menengok mereka. Bahkan mereka sempat berujar, “Kalau bisa setiap hari aja kesininya!” ujar salah seorang dari mereka.