Berita PKS

PKS Minta Rakyat Tak Dipersulit, Beli Kebutuhan Harus Pakai Aplikasi

05 Jul 2022 | 13:10 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

VIVA Politik – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani Aher, meminta masyarakat tidak selalu dipersulit. Salah satunya yang disoroti adalah terkait kebijakan pembelian minyak goreng dan Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan aplikasi. Menurutnya perlu ditinjau ulang.

“Pemberlakuan aturan ini harus dipikirkan kembali. Minyak goreng adalah komoditas primer yang sangat dibutuhkan masyarakat.

 Proses distribusinya harus praktis dan memudahkan masyarakat. Jangan malah dipersulit,” kata Netty dalam keterangannya, Senin, 4 Juli 2022. Menurut dia, berdasarkan laporan masyarakat, membeli minyak goreng curah harga subsidi dengan menggunakan NIK atau KTP dan kemudian aplikasi PeduliLindungi, membuat mereka khawatir terjadinya penyalahgunaan data pribadi.

"Publik tentu masih ingat perihal info kebocoran data pribadi melalui aplikasi PeduliLindungi. Jadi banyak yang enggan menggunakan aplikasi tersebut. Jika kemudian menjadi syarat dalam mendapatkan minyak goreng subsidi, tentunya ini membebani masyarakat" kata Netty.

Lebih lanjut, Netty juga mempertanyakan fungsi Kartu Sembako Murah yang telah diluncurkan oleh pemerintah. Jika untuk membeli minyak goreng pemerintah mengharuskan lewat aplikasi. “Selain itu, apa fungsi Kartu Sembako Murah yang diinisiasi pemerintah jika pembelian minyak goreng curah wajib harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi?” ujarnya. 

Netty juga menuturkan, bahwa gagasan penggunaan aplikasi MyPertamina sebagai syarat mengisi atau membeli bahan bakar, akan menyulitkan masyarakat di pelosok yang belum memiliki akses jaringan untuk menggunakan aplikasi di smartphone.

"Penggunaan aplikasi memerlukan koneksi internet yang stabil. Ini akan menyulitkan masyarakat yang tinggal di daerah-daerah” ujarnya. Pembelian BBM, tambahnya, harus dapat dijangkau dan diakses masyarakat dengan mudah dan merata. Sehingga tidak terjadi ketimpangan antara penduduk kota dan desa pelosok. 

 “Pertimbangkan juga efisiensi waktu saat mengantri di pom bensin. Jangan sampai aktivitas scanning aplikasi membuat antrean padat dan panjang," imbuhnya.


Berita Terkait