Berita PKS

PKS Dukung Sikap Pemerintah Terhadap Isu Palestina, Syaikhu: Dorong OKI Segera Lakukan Rapat

16 May 2021 | 21:00 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail Presiden Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Syaikhu bersama jajaran Pengurus PKS dalam konferensi pers pernyataan sikap PKS atas penjajahan Israel di Palestina, Ahad (16/05/2021). (Donny/PKSFoto)

Jakarta -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Syaikhu mengapresiasi sikap Pemerintah Indonesia terhadap isu Palestina terkini.

"Kami mendukup sikap Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri yang secara konsisten melakukan pembelaan terhadap hak-hak rakyat Palestina untuk dapat hidup damai, merdeka dan berdaulat di bumi Palestina," papar Syaikhu dalam konferensi pers nya, Ahad (16/05/2021).

Syaikhu menekankan upaya pemerintah ini dapat dieksekusi dengan memberikan dorongan kepada Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk segera melakukan rapat tentang isu Palestina saat ini.

"Upaya-upaya untuk pemerintah ini dapat dilakukan dengan memberikan dorongan terhadap Organisasi Konferensi Islam untuk segera melakukan rapat dan membahas isu palestina," terang Syaikhu.

Syaikhu menyampaikan sampai saat ini PKS baru melakukan upaya penggalangan doa dan dukungan, disamping itu dirinya menyatakan PKS siap melakukan bantuan secara optimal yang berkaitan dengan diplomasi.

"Mudah-mudahan nanti banyak elemen bangsa ini yang memberikan dukungan karena ini adalah masalah kemanusiaan. Insya Allah PKS ikut serta memberikan dukungan dengan optimal termasuk diantaranya dukungan dalam kaitan diplomasi terkait dengan langkah-langkah yang harus ditempuh," ujar Syaikhu.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Sukamta juga menguatkan adanya sikap proaktif yang dilakukan oleh PKS dalam membantu perjuangan kemerdekaan Palestina.

"Kemarin di rapat paripurna kita juga sudah melakukan interupsi untuk itu (red:kemerdekaan Palestina) karena kita melihat persoalan Palestina ini mulai muncul. Jadi salah satu kontribusi PKS juga di kancah internasional," terang Sukamta.