Berita PKS

Peta Jalan Menuju Kepemimpinan Nasional

29 Nov 2020 | 19:48 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan Pidato Politik dalam Munas V PKS di Bandung, Ahad (29/11/2020) (M Hilal/PKSFoto)

Ahmad Syaikhu
Presiden Partai Keadilan Sejahtera

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua.

ALHAMDULILLAH ROBBIL ALAMIN. WASHSHOLATU WASSALAMU ALA ASYROFIL ANBIYAI WALMURSALIN. SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ALA ALIHI WA SHOHBIHI AJMAIN. AMMA BADU.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan nikmat yang tak terhingga kepada kita, terutama nikmat iman, nikmat Islam, nikmat persaudaraan, dan nikmat kesehatan, di tengah wabah Covid-19 yang masih melanda bangsa kita.

Shalawat dan salam, semoga tetap terlimpah atas sosok mulia dan agung, Nabi Mumammad SAW, sosok teladan umat manusia sepanjang masa. Setiap muslim berkewajiban mengimani, mencintai dan meneladani kehidupan serta menjaga kehormatannya. Saat ada pihak yang menghina dan melecehkan Nabi Muhammad SAW, maka kaum muslimin seluruh dunia pun marah.

Saya termasuk di antaranya, sehingga saya berkirim surat kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron melalui duta besarnya di Jakarta, sebagai protes atas apa yang ia ucapkan. Saya juga mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang dengan tegas mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang melukai perasaan umat Islam dunia. Semoga ke depan tidak ada lagi kejadian serupa, sehingga persatuan antar umat beragama di dunia dapat terjalin lebih harmonis dan lebih toleran.

Hadirin yang saya muliakan, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai.

Tema MUNAS V PKS adalah "Bersama Melayani Rakyat". Sebagaimana nasehat Amirul Mukminin Umar bin Khattab Radhiyallahuanhu, "Sayyidul Qaumi Khadimuhum" yang artinya "Pemimpin suatu kaum adalah pelayanan bagi kaum mereka". Islam mengajarkan bahwa pemimpin itu sejatinya adalah pelayan rakyat. Semakin baik dia melayani rakyatnya maka semakin baik dia menjadi pemimpin.

Dalam literatur kepemimpinan modern, karakter melayani seorang pemimpin seperti ini disebut "Servant Leadership" yakni kepemimpinan yang berorientasi kepada kemaslahatan rakyat yang dipimpinnya bukan keuntungan dirinya sebagai pemimpin. Orientasinya adalah sikap memberi, melayani dan mengabdi. Bukan jutsru mencari-cari keuntungan pribadi dan materi.

Ketika seorang pemimpin berhasil memenuhi harapan, kepuasan dan kemaslahatan rakyat yang dipimpinnya maka akan tumbuh rasa hormat (respect), rasa percaya (trust) dan akan tumbuh ikatan rasa cinta (love). Itulah yang dipesankan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, "Sebaik-baik pemimpin kamu adalah mereka mencintai kalian dan kalian mencintai mereka. Dan seburuk-buruk pemimpin kamu adalah kalian membenci mereka dan mereka juga membenci kalian." (HR Muslim)

Makan bihun dicampur ikan teri
Ditemani anak dan istri
22 Tahun PKS melayani Negeri
Siap melayani dan bela NKRI

Hadirin yang saya muliakan, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai.

Pandemi Covid-19 telah berdampak dalam banyak aspek kehidupan dan menimbulkan berbagai krisis. Mulai dari krisis kesehatan, berlanjut krisis ekonomi, dan krisis sosial.

Berdasarkan data terbaru Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada 28 November 2020, jumlah total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai lebih dari setengah juta orang dengan pasien meninggal lebih dari 16 ribu orang.

Tak sedikit di antara korban wabah covid-19 ini adalah para tenaga medis terbaik, pahlawan pandemi Covid-19 yang berada di garda terdepan yang harus kita apresiasi, juga sanak keluarga kita dan guru-guru kita, termasuk Allahuyarham KH. Hilmi Aminuddin. Terbaru bahkan, pada Jumat kemarin keluarga besar PKS kembali kehilangan kader terbaiknya, yakni Dr. Nur Supriyanto, MM, Bendahara Umum DPW PKS Jawa Barat, sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.
Kepada pasien Covid-19 yang belum sembuh, teruslah optimis, kami mendoakan semoga Allah memberikan kesabaran dan kesembuhan seperti sedia kala. Sejenak mari kita mendoakan saudara kita yang telah wafat dan yang masih dalam keadaan sakit. AL FATIHAH.

Sebagai hamba yang beriman, selain ikhtiar manusiawi dengan menjaga protokol covid-19, mari kita lakukan juga ikhtiar samawi, dengan memohon kepada Allah agar segera mengangkat wabah covid-19 ini, dengan banyak bertaubat serta kembali mendekat kepada Allah.

Hadirin yang saya hormati, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia yang saya muliakan.

Kita patut bersyukur kepada Allah SWT, dari pemilu 2004 hingga pemilu 2019, suara PKS terus mengalami kenaikan. Pada pemilu 2014 kita memperoleh suara 6,8 persen atau 8,4 juta suara. Alhamdulillah pada Pemilu 2019, perolehan suara PKS naik signifikan mencapai 8,2 persen atau 11,4 juta suara. Perolehan suara ini terbanyak sepanjang sejarah keterlibatan PKS dalam pemilu, naik 3 juta suara. Semua itu semata-mata atas pertolongan dan karunia Allah SWT, serta jerih payah para kader dan pengurus. Ini semua menjadi bukti dukungan rakyat kepada PKS semakin luas.

Sebagai perwujudan rasa syukur kita kepada Allah, sudah selayaknya kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan justru menjadi sombong dan jumawa. Rasa syukur juga patut kita ungkapkan dengan semakin banyak melakukan kebaikan di tengah masyarakat. Inilah dua kunci kemenangan, hablumminallah diperkuat dan hablum minannas diperbanyak. Sebagaimana firman Allah :

YA AYUUHAL LADZINA AMANUR KA’U WASJUDU WA’BUDU ROBBAKUM WAF’ALUL KHOIRO LA’ALLAKUM TUFLIHUN.
“Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu
mendapat kemenangan.” (QS. AL-Hajj : 77)

Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri namun harus bekerja dalam sebuah team work. Kita harus menjaga soliditas dan ketaatan total kepada pemimpin. Tidak ada lagi berpecah belah. Tidak ada lagi berbantah-bantah. Tidak ada lagi silang sengketa. Kita harus bersama-sama melayani rakyat. Kita harus menjadi pelayan rakyat. Apakah saudara-saudara SIAP?

Hadirin yang saya hormati, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai.

Penanganan Covid-19, sejak awal kurang terantisipasi dengan baik oleh pemerintah. Di awal malah menjadi bahan candaan. Setelah dirasakan wabah ini betul-betul ada, barulah kepanikan terjadi. Manajemen krisis yang dilakukan oleh pemerintah lebih mengedepankan masalah ekonomi daripada masalah kesehatan. Kebijakan antar kementerian kurang terkoordinasi. Kebijakan antar pusat dan daerah tidak sinkron.

Seharusnya pemerintah menjadi dirijen yang mampu mengkoordinasikan dan mensinkronkan berbagai pemangku kepentingan. Namun, hal ini tidak terjadi. Malah seringkali terjadi ketegangan antara pusat dan daerah. Semua itu terjadi karena lemahnya kepemimpinan. Dampaknya, sampai hari ini Indonesia masih tercatat sebagai negara dengan angka kematian akibat Covid-19 tertinggi di ASEAN dengan persentase berkisar 3,3 persen.

Dampak selanjutnya, Indonesia masuk ke dalam jurang resesi ekonomi; menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan semakin meningkat, pengangguran naik tajam dan ketimpangan semakin lebar. Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa jumlah pengangguran pada periode Agustus 2020 mencapai 9,77 juta orang, naik sebanyak 2,67 juta orang. Angka ini tentu saja akan terus meningkat bila pandemi terus berlanjut dan pemerintah saat ini tidak mampu mengelola dan membangkitkan perekonomian negara.

Krisis selanjutnya, adalah krisis demokrasi. Hal itu terjadi karena penegakkan hukum yang tebang pilih, lembaga negara tidak berjalan sesuai dengan tugas dan fungsinya, ruang kebebasan sipil semakin menyempit, tindakan represif semakin masif, dan partisipasi masyarakat dalam proses perumusan kebijakan publik semakin tersingkir. Berdasarkan data dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) pada Oktober 2020, dalam kehidupan demokrasi di Indonesia satu tahun terakhir pada aspek kebebasan sipil telah terjadi sebanyak 158 peristiwa pelanggaran, pembatasan, dan serangan terhadap kebebasan sipil yang meliputi hak asosiasi, hak berkumpul, dan hak berekspresi. Negara telah berupaya mempersempit ruang kebebasan, dan membatasi hak warga negara untuk berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat. Padahal, UUD NRI 1945 pasal 28E ayat (3) sudah memberi jaminan yang pasti untuk hidup berdemokrasi.

Pergi Umrah Bareng Bang Haji
Jangan lupa ajak anak dan istri
22 Tahun PKS Melayani Negeri
Teguhkan sikap menjadi oposisi

Hadirin yang saya hormati, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai.

Ditambah lagi lahirnya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang dinilai banyak merugikan rakyat serta menuai banyak protes dari masyarakat. UU Cipta Kerja yang niat awalnya menciptakan lapangan pekerjaan dan menumbuhkan iklim investasi, namun pada hakikatnya berpotensi merugikan buruh, merusak lingkungan hidup, dan menimbulkan kerugian pada aspek fundamental lainnya. Proses legislasi dalam UU Cipta Kerja juga cacat secara formil, tidak banyak melibatkan partisipasi masyarakat luas. Tentu saja kita bertanya, UU Cipta Kerja yang disahkan ini untuk kepentingan siapa? Rakyat mana yang diwakili kepentingannya dan terpenuhi hak dasarnya oleh UU Cipta Kerja itu?

Berbagai krisis saat ini telah menjauhkan harapan rakyat Indonesia dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasional Negara Republik Indonesia, sebagaimana yang tertuang dalam UUD NRI Tahun 1945 alinea keempat, yaitu “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum….”. Dalam suasana seperti ini, PKS tidak akan tinggal diam dan harus tampil dengan memberikan pelayanan yang lebih banyak lagi kepada rakyat sehingga menjadi solusi atas krisis yang terjadi.

Hadirin yang saya muliakan, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia, sebangsa dan setanah air.

Sejalan dengan itu, PKS akan fokus menyiapkan kepemimpinan nasional yang kuat dengan basis kepemimpinan daerah. Kepemimpinan yang akan menjadi pelopor untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia, kepemimpinan yang dapat mewujudkan masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kepemimpinan yang siap berkolaborasi dengan seluruh elemen bangsa untuk membangun Indonesia. Kepemimpinan yang bukan hanya mengantarkan masyarakat menuju baldatun thoyyibatun wa Rabbun ghofur tetapi juga mampu mengantarkan kepada kebahagiaan sejati di akhirat, menuju surga, sebagai imamun adilun, pemimpin yang adil.

Setidaknya, ada tiga kriteria utama kepemimpinan nasional yang akan kita siapkan bersama. Pertama, pemimpin yang memiliki akseptabilitas, yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Kader-kader PKS dan para pejabat publik PKS harus tampil di masyarakat dan menjadi tokoh-tokoh penting yang selalu peduli terhadap nasib rakyat, dan hadir melayani dengan membawa manfaat. Serta siap bersinergi dan berkolaborasi dengan semua elemen bangsa. Membangun peradaban adalah sesuatu yang besar yang tidak mungkin dipikul sendirian. Dalam sebuah syair disebutkan :

MATA YABLUGHUL BUNYANU YAUMAN TAMAMAAHU.
IDZA KUNTA TABNIHI WA GHOIRUKA YAHDIMU.
LAU ANNA ALFA BANIN KHOLFAHUM HADIMU KAFA.
FAKAIFA BI BAANIN KHOLFAHU ALFU HADIMIN.

“Kapan sempurnanya sebuah bangunan, jika kamu membangun, sementara orang lain menghancurkan. Jika ada seribu orang yang membangun, cukup dihancurkan oleh satu orang saja. Bagaimana jika hanya satu orang yang membangun, sementara beribu-ribu orang menghancurkannya”.

Kedua, pemimpin yang memiliki kapasitas. Kader PKS harus memiliki kapasitas untuk mengelola pemerintahan dengan profesional, transparan, akuntabel, dan demokratis. Tidak kalah penting, kapasitas dalam mengoptimalkan kecanggihan teknologi di era revolusi industri 4.0 untuk membuat kualitas pelayanan kepada rakyat menjadi semakin inovatif, efektif, efisien, dan responsif. Dengan demikian, ketika Allah SWT mempergilirkan dan memberikan kepercayaan kekuasaan, maka kita sudah siap menjalankan kekuasaan dengan sebaik-baiknya dan tidak akan mengecewakan rakyat.

Ketiga, pemimpin yang memiliki kredibilitas. Kita akan mencetak pemimpin yang memiliki integritas moral yang kuat, berjiwa patriotik dan memiliki nasionalisme yang tinggi. Pemimpin yang berakhlak mulia dan dapat menjadi teladan di tengah masyarakat. Pemimpin yang siap menjadi pelopor perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemimpin yang tidak tersandera dan terjebak pada kasus hukum atau kasus moral, sehingga PKS bisa bebas dan independen menyuarakan aspirasi rakyat.

Hadirin yang saya muliakan, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai.

Untuk mewujudkan itu semua, tentu saja bukan persoalan yang mudah, tidak semudah membalik telapak tangan. Tetapi, bukan juga sesuatu yang mustahil. PKS sudah memulainya sejak periode kepengurusan terdahulu, dan akan terus berlanjut. PKS juga tak ingin sendirian. Untuk itulah PKS akan bersinergi dengan berbagai elemen bangsa. Tahapannya, mari kita mulai dengan membentuk kepemimpinan di level pribadi, keluarga dan masyarakat.

Ayah adalah pemimpin keluarga dan Ibu adalah peletak dasar karakter anak-anak. Jangan abaikan keluarga. Jika ayah tidak hadir memimpin keluarga maka akan terjadi keluarga tanpa pemimpin. Jika keluarga-keluarga tanpa pemimpin maka sudah barang tentu, secara komunal, pada akhirnya negara juga akan tanpa pemimpin.

Allah mengingatkan ‘ALAIKUM ANFUSAKUM (benahi dirimu) dan QU ANFUSAKUM WA AHLIKUM NARO (jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka). Perbaikan diri akan menjadi KATA KUNCI untuk modal membenahi negeri. Bila keluarga tangguh, maka ketahanan nasional kita akan kuat. Saya berharap setiap kader PKS dapat menjadi tokoh di lingkungannya, dapat menjadi agen perubahan menuju kebaikan dan kesalihan bagi lingkungannya.

Tahapan terdekat, mari kita mulai momentum memenangkan Pilkada serentak 2020, sebagai tangga menuju sukses Pemilu 2024. Dalam Pilkada serentak tahun 2020, PKS berpartisipasi dengan mengusung dan mendukung calon di 230 Pilkada, dengan target kemenangan minimal 60 %. Kita harus optimis mampu meraih kemenangan dalam Pilkada serentak tahun 2020, kemenangan yang bermartabat dan penuh berkah. Apakah saudara siap menangkan Pilkada 2020? (Siaaaaaap! Allahu Akbar!)

Tugas saya sebagai presiden partai adalah mempersiapkan stok kepemimpinan ini sejak dini. Bagi pejabat publik yang pernah berkiprah, jaga terus kepemimpinan dan ketokohannya, jangan sampai pudar. Cor jumlah kursi PKS yang sudah didapatkan agar tidak pindah ke partai lain. Selanjutnya tingkatkan target suara dalam pemilu 2024 minimal 15 % suara sesuai dengan ketetapan Musyawarah Majelis Syuro II tahun 2020. Bagi pemangku jabatan struktur teruslah berbuat dan berkarya di tengah masyarakat. Saya tidak akan merasa tersaingi dengan lahirnya tokoh-tokoh pemimpin.

Saya berprinsip sebagaimana yang diajarkan oleh Allahuyarham KH. Abdullah Syukri Zarkasyih: “Pemimpin yang mengkader berarti pemimpin yang tidak takut disaingi, berarti juga pemimpin yang senang apabila muncul orang-orang yang lebih baik dari dirinya untuk nantinya bisa melanjutkan kepemimpinannya”. Kepemimpinan pada hakikatnya bukan tentang apa yang kita duduki, tapi tentang seberapa banyak berbuat dan bermanfaat.

Hadirin yang saya muliakan, keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai.

Kepada Pengurus PKS masa khidmat 2020-2025, mari dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh menjalankan amanah ini. Di pundak kita, sesungguhnya terpikul amanah yang besar. Amanah yang bukan hanya hasil dari kesepakatan sebuah musyawarah, melainkan amanah dari Allah SWT. Kita percaya, bahwa seluruh jajaran pengurus ini merupakan kader-kader terbaik PKS yang memiliki militansi, akseptabilitas, kapasitas, dan kredibilitas yang mumpuni untuk mengemban amanah. Kader-kader yang berkomitmen bersih, peduli dan profesional, yang siap berjuang bersama-sama membesarkan PKS dan terus melayani rakyat Indonesia.

Saya berharap, agar seluruh fungsionaris baru dari tingkat pusat hingga level paling bawah dapat menguatkan loyalitas pada organisasi dan ketaatan kepada pemimpin. Semua ini sangat dibutuhkan sebagai syarat untuk kemenangan 2024. Apakah saudara-saudara siap bekerja secara All-Out? (Siaaap, Allahu akbar)

Makan di pantai nikmat rasanya
Dengan sambal terasi dan udang rebus
Sukses partai, bukan karena presidennya
Tapi karena prestasi kader dan pengurus

Saya juga akan memberikan porsi bagi lahirnya anak-anak muda potensial agar siap menjadi pemimpin, baik di internal partai, maupun pemimpin bagi masyarakat Indonesia. Itulah sebabnya, saya memberikan kepercayaan kepada saudara dr. Gamal Albinsaid (silahkan saudara Gamal berdiri). Inilah tokoh muda berprestasi tingkat nasional dan internasional yang akan mengomandani Bidang Kepemudaan PKS.

Ucapan terima kasih yang tak terhingga saya sampaikan kepada kepengurusan PKS masa khidmat 2015-2020 di bawah kepemimpinan Ketua Majelis Syura Habib Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA. dan Presiden Dr. Mohamad Sohibul Iman beserta seluruh jajarannya yang telah berkhidmat dengan sangat hebat dan luar biasa. Jazakumullahu khairan katsiran, Allah sebaik-baik pembalas kebaikan atas pengorbanan yang telah dilakukan.

Ucapan terimakasih dan apresiasi, kami sampaikan secara khusus kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang telah melaksanakan tugasnya secara profesional dalam mengesahkan kepengurusan baru PKS masa khidmat 2020-2025. Semoga Allah SWT membalas dengan balasan yang terbaik.

Apresiasi juga kami sampaikan kepada para tokoh bangsa dari unsur Ulama, tokoh intelektual, pimpinan partai politik, menteri, kepala daerah, TNI-Polri, pimpinan ormas Islam, dan tokoh lintas agama yang telah berkenan memberikan doa, ucapan, dan harapannya bagi PKS. Saya menangkap harapan semuanya agar PKS dapat berkontribusi lebih besar dalam membangun bangsa ke depan.

Saya memohon maaf kepada seluruh kader dan simpatisan PKS, yang tidak bisa menghadiri acara munas ini secara langsung karena kondisi pandemi. Biasanya acara munas menjadi ajang silaturahim dan melepas rindu. Panitia sudah menyiapkan sebaik mungkin pertemuan ini, namun tetap tidak seindah jika bertemu secara langsung. Kepada Sekjen dan seluruh jajaran panitia serta seluruh pihak yang berpartisipasi dalam Munas V ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak/Ibu/Saudara sekalian.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk-Nya kepada kita. Fasiiruu bi barokatillah fainnakum faizun. Berjalanlah dalam keberkahan Allah, sesungguhnya kalian adalah para pemenang. Mari kita songsong kemenangan dengan GASPOL! Jangan kasih kendor! Siap? Allahu akbar.

Dengan mengucap Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin, seluruh rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional V Partai Keadilan Sejahtera dengan ini resmi ditutup.

WALLAHUL MUWAFFIQ ILA AQWAMITH THORIIQ
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Allahu Akbar!, Allahu Akbar!, Allahu Akbar!, Merdeka!


Berita Terkait