Pemkot Tangsel Perlu Perhatikan Guru Honorer (2)

Dalam kesempatan ini, Abdul Rojak juga menyampaikan aspirasi agar di Provinsi Banten mempunyai asrama haji. Waktu itu, sewaktu Wahidin Halim menjabat Walikota Tangerang, pernah punya ambisi untuk mendirikan asrama haji di Kota Tangerang, tapi belum terealisasikan.

“Kalau punya asrama haji sendiri, kita tidak akan sulit, dan masyarakat khususnya Tangsel tidak harus ke Pondok Gede lagi. Dan itu perlu dukungan legislatif dan eksekutif untuk memperkuat kegiatan keagamaan di Tangsel,” harapnya.

Sementara itu, Siti Chadijah, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Selatan menyampaikan keberadaan Fraksi PKS di legislatif ingin memiliki sumbangsih dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di kota dengan motto “Cerdas, Modern, Religius” ini. Apalagi Kementerian Agama dan PKS mempunyai visi yang sama dalam pemberdayaan masyarakat.

Sebagai anggota dewan, Chadijah dan rekan-rekannya di DPRD ingin menuntaskan kerja-kerja legislasi, seperti membuat peraturan daerah (perda) dan segera mengesahkannya.

“Alhamdulillah Perda Diniyah sudah disahkan, tinggal Perwal (Peraturan Walikota) saja yang sedang uji publik,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tangerang Selatan ini.

Termasuk juga peraturan larangan minuman keras (miras) di Kota Tangerang Selatan juga sudah disahkan sebelum surat edaran Kementerian Perdagangan tentang larangan penjuangan miras di mini market. Chadijah mengatakan Kota Tangerang Selatan membutuhkan setidaknya 400 Perwal, dan sebanyak 120 Perwal sudah disahkan. Dan sisanya masih dalam proses pembahasan.

“Setelah pertemuan ini, kami berusaha membawa aspirasi ini untuk disampaikan ke Pemkot Tangsel,” pungkasnya.

Baca sebelumnya Pemkot Tangsel Perlu Perhatikan Guru Honorer 

Sumber: http://www.mediatangerang.com