Pemkot Tangsel Perlu Perhatikan Guru Honorer

TANGSEL (5/6) - Tenaga guru honorer, khususnya di bawah Kementerian Agama dan sekolah swasta, perlu mendapat perhatian pemerintah setempat. Hal ini demi kesejahteraan mereka terjamin. Karena itu, lembaga legislatif harus bisa menjembatani persolan yang dihadapi Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan ke pemerintah daerah setempat.

Hal itu diungkap Zaenal Arifin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan saat audiensi dan silaturahim Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Tangerang Selatan ke Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan yang terletak di Kencana Loka Sektor XII, BSD City, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan pada Jumat (5/6).

“Anggaran Kementerian Agama belum mencukupi dan memadai untuk membiayai program dan kegiatan yang ada. Kami perlu backup dari eksekutif dan legislatif setempat,” kata Zaenal Arifin.

Misalnya, lanjut Zaenal, program bantuan untuk guru honorer di bawah Kementerian Agama, khususnya guru swasta, termasuk juga bantuan sarana dan prasarananya. Menurutnya, kegiatan keagamaan di sekolah perlu ada dukungan dari pemerintah, apalagi lembaganya milik pemerintah, misalnya program kemampuan membaca Al-Quran dan pelajaran akhlak.

“Ini merupakan kewajiban pemerintah, memberikan bantuan untuk kegiatan keagamaan dan pendidikan di sekolah,” ujar Zaenal.

Abdul Rojak, Kasubag TU Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan juga mempertanyakan mengapa frekuensi pelatihan manasik haji di Kota Tangerang Selatan jadi dikurangi dari 10 kali menjadi tujuh kali dan dikurangi lagi menjadi empat kali latihan.

“Hal ini menyebabkan sekitar 60 persen warga Tangsel tidak mengikuti pelatihan manasik ketika akan naik haji, sehingga pemahaman calon jamaah haji di bawah standar,” ungkapnya.

Bersambung ke Pemkot Tangsel Perlu Perhatikan Guru Honorer (2)