Menuju Pemilu 2029, PKS Matangkan Konsolidasi Relawan dan Manajemen Saksi
JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Bidang Relawan dan Saksi Nasional (BRSN) terus memperkuat konsolidasi organisasi dan manajemen saksi sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Langkah ini diarahkan untuk membangun kesiapan relawan dan saksi yang profesional, adaptif, berintegritas, serta mampu menghadapi berbagai dinamika penyelenggaraan pemilu.
Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan konsolidasi yang berlangsung pada Ahad (1/11/2026), dengan dihadiri para Ketua BRSN tingkat wilayah dan daerah dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (BP3) DPP PKS Mardani Ali Sera, anggota KPU RI Idham Holik, serta aktivis dan peneliti kepemiluan dan demokrasi Indonesia sekaligus Dosen Tidak Tetap Bidang Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Titi Anggraini.
Dalam pemaparannya, Mardani Ali Sera menekankan pentingnya pengembangan ekosistem relawan melalui pendekatan blue ocean, yakni membuka ruang kolaborasi dan menjangkau potensi-potensi baru yang selama ini belum terhubung secara optimal dengan gerakan organisasi.
Menurutnya, tahun 2027 harus menjadi momentum bagi PKS untuk melangkah lebih maju melalui penguatan konsolidasi, perluasan jaringan, dan peningkatan kapasitas seluruh elemen relawan serta calon saksi.
Ia juga mengingatkan pentingnya perubahan paradigma kerja organisasi agar seluruh elemen tidak sekadar menjadi pengamat, tetapi terlibat aktif dalam agenda pemenangan.
"Menjadi penonton bukanlah pilihan. Kami berharap seluruh elemen organisasi bergerak aktif, responsif, dan konsisten dalam menjalankan agenda-agenda elektoral," tuturnya.
Dalam arah konsolidasi tersebut, Mardani juga menyampaikan target perolehan 87 kursi DPR RI pada Pemilu 2029. Selain itu, target 15 persen menjadi salah satu orientasi politik yang perlu diterjemahkan ke dalam langkah-langkah kerja yang terukur dan berkelanjutan.
Untuk mencapai sasaran tersebut, penguatan manajemen saksi, peningkatan kapasitas relawan, konsolidasi struktur, serta pembangunan ekosistem gerakan yang terbuka dan kolaboratif menjadi agenda penting yang harus dipersiapkan sejak dini.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Departemen Manajemen Saksi Anton Aryadi mengatakan bahwa konsolidasi ini merupakan bagian penting dari upaya PKS membangun sistem kerja relawan dan saksi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Menurutnya, relawan dan saksi tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi kontestasi elektoral, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Melalui konsolidasi ini, BRSN berkomitmen memperkuat kesiapan organisasi, meningkatkan profesionalitas relawan dan saksi, serta membangun sistem kerja yang solid sebagai bagian dari ikhtiar PKS menyongsong Pemilu 2029.