Lewat Indonesia Muda Bicara, PKS Buka Ruang Kolaborasi dan Kontribusi bagi Generasi Muda
JAKARTA – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Kepemudaan, Aang Kunaifi, mengajak generasi muda untuk tidak sekadar mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan, tetapi juga mengambil tanggung jawab dan berkontribusi nyata bagi bangsa sejak hari ini.
Pesan tersebut disampaikan Aang dalam acara Indonesia Muda Bicara (IMB) Edisi Spesial: PKS Muda Welcoming Season – Sumpah Pemuda, Sumpah Berkontribusi yang digelar di kawasan Condet, Jakarta Timur, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri antusias oleh ratusan pemuda dari wilayah Jabodetabek.
Acara menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Sakhiya Karomah selaku data analyst, Alim Anggono selaku Rektor Universitas Cenderawasih, Kays Abdul Fatah selaku pakar perencanaan keuangan syariah, serta Adani Nurzaman, Sekretaris Departemen Pemuda Politik Bidang Kepemudaan DPP PKS.
Para narasumber membahas sejumlah isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari kontribusi pemuda saat ini, refleksi makna Sumpah Pemuda, perencanaan keuangan bagi generasi muda, hingga pentingnya kolaborasi lintas generasi.
Dalam sambutannya, Aang mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, Indonesia Muda Bicara merupakan agenda rutin bulanan Bidang Kepemudaan DPP PKS yang menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar, berdiskusi, dan bertukar gagasan.
Menurut Aang, momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab sejarah untuk meneruskan semangat para pemuda 1928.
"Kalau dulu anak muda sudah mendeklarasikan persatuan, hari ini kita harus berkontribusi. Kata kunci kita adalah berkontribusi agar bisa mewariskan sesuatu yang berharga bagi generasi setelah kita," ujarnya.
Ia menjelaskan, semangat tersebut diwujudkan melalui peluncuran Gerakan Muda Berkontribusi pada 28 Oktober 2026. Gerakan ini menjadi inisiatif kolaborasi menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028.
Aang memaparkan, gerakan tersebut akan dimulai pada 2026, diperluas secara masif pada 2027, dan diharapkan menghasilkan berbagai kontribusi nyata yang dapat ditunjukkan bersama kepada publik pada 2028.
"Kita ingin pada 100 Tahun Sumpah Pemuda nanti ada sesuatu yang besar dan berharga yang bisa kita tunjukkan sebagai hasil kontribusi dan kolaborasi anak muda Indonesia," katanya.
Lebih lanjut, Aang menegaskan bahwa anak muda bukan hanya pemimpin masa depan, melainkan juga pemimpin hari ini. Menurutnya, anggapan bahwa pemuda adalah pemimpin masa depan tidak boleh menjadi alasan untuk menunda tanggung jawab.
Ia mengingatkan agar generasi muda tidak menjadikan usia maupun posisi sebagai penghalang untuk mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan bangsa.
"Jangan pernah menunggu menjadi orang penting untuk melakukan hal-hal penting. Justru kerjakan hal-hal penting, maka kita akan menjadi bagian dari orang-orang penting," tegasnya.
Aang juga mencontohkan bahwa kontribusi dapat dilakukan bahkan sebelum seseorang menduduki jabatan publik.
Ia berharap generasi muda mampu menunjukkan kerja nyata bagi masyarakat sebelum mendapatkan amanah yang lebih besar.
Pada kesempatan tersebut, Aang turut memperkenalkan PKS Muda sebagai ekosistem kepemudaan yang terbuka dan inklusif.
Menurutnya, PKS Muda bukan semata-mata ruang keanggotaan partai, melainkan wadah bagi anak muda untuk berkumpul, belajar, bertumbuh, bersuara, memimpin, dan berkontribusi.
Melalui berbagai komunitas, program, dan gerakan, PKS Muda berupaya mempertemukan anak-anak muda dari beragam latar belakang, baik yang menjadi bagian dari PKS maupun yang berasal dari luar partai.
"Orang baik itu ada di mana-mana. Orang yang peduli dengan Indonesia juga ada di mana-mana. Hanya saja, terkadang mereka belum terhubung satu sama lain. Ekosistem PKS Muda bisa menjadi wadah untuk mempertemukan mereka," jelas Aang.
Ia menambahkan, membangun Indonesia membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, kolaborasi lintas generasi dan lintas komunitas menjadi bagian penting dalam menghadirkan perubahan.
Melalui Indonesia Muda Bicara edisi spesial Sumpah Pemuda ini, Bidang Kepemudaan DPP PKS berharap semakin banyak generasi muda yang terhubung, berani menyampaikan gagasan, mengambil peran, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.