Berita PKS

Menangkan FAHAM, PKS Maluku Rakor Pemenangan Pilkada Kabupaten SBT di Kota Bula

23 Sep 2020 | 16:17 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

Jelang Pilkada Bupati dan Wakil Bupati yang akan digelar pada 9 Desember, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Maluku menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pemenangan Pilkada Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Rabu (23/09).

Rapat digelar di salah satu hotel di Kota Bula Kabupaten SBT tersebut, diikuti Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS Maluku, Abdul Asis Sangkala, Ketua Fraksi PKS Maluku Turaya Samal, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Maluku Saadiah Uluputy, Ketua DPRD Kabupaten SBT Noaf Rumau, Anggota DPRD fraksi PKS dari beberapa kabupaten dan kota, serta kandidat Bupati dan Wakil Bupati, Fahri Husni Alkatiri-Arobi Kelian (FAHAM)

Dalam sambutannya, Ketua DPW PKS Maluku Abdul Asis Sangkala menyampaikan, pihaknya akan memastikan pemenangan FAHAM, dan memastikan semua fungsionaris di wilayah, dan daerah guna bekerjasama memastikan pemenangan kandidat partainya di SBT.

"Ini adalah pertarungan gengsi kita bersama, gengsi seluruh kader dan fungsionaris partai seluruh pejabat publik PKS, dan kita harus pastikan bahwa di pilkada SBT kita menjadi pemenang. Kita harus pastikan di pilkada SBT kita semua terlibat penuh untuk memastikan pemenangan," tegasnya.

Sedangkan Fahri Husni Alkatiri, sebagai kandidat calon Bupati dalam sambutannya, mengatakan bahwa pilkada kali ini sebagai pertarungan strategi. Dirinya menyebut masih belum semua skema strategi dilakukan, pihaknya masih menunggu waktu yang pas menggunakan skema strategi, yang dinilainya sebagai senjata jitu untuk memenangkan pilkada.

"Apa yang kami lakukan adalah kerja maksimal untuk menang dengan angka, yang maksimal pula, tidak sekedar mengejar menang namun kita ingin mengejar menang dengan angka, yang maksimal atau menang secara menyakinkan," ungkapnya.

Rapat koordinasi tersebut dilanjutkan dengan beberapa pembahasan. Beberapa pembahasan diantaranya seperti yang diusulkan Ketua DPW PKS Maluku yaitu, merekomendasikan membentuk satu tim bersama, yang akan dipimpin oleh semua fungsionaris PKS baik di wilayah dan daerah. Mendesain program-program, penyiapan saksi, pembekalan saksi, pendataan, juga konsolidasi berbasis struktural.