Kenali Petani via Facebook, Irwan Menjadi Anggota DPRD Jatim Kedua Kali
Pemilu 2014 di Jawa Timur bisa dikatakan sebagai pemilu yang keras dan ketat. Terbukti, 63 calon anggota legislatif (caleg) incumbent gagal terpilih kembali sebagai anggota DPRD Jawa Timur (Jatim). Hanya sekitar 37 caleg incumbent yang kembali melenggang ke Gedung Indrapura. Satu diantaranya adalah Irwan Setiawan. Dia adalah caleg PKS pada Pemilu 2014 lalu untuk daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur III, meliputi Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi. Irwan sukses mendulang 28.294 suara, cukup untuk menghantarkan politisi kelahiran Karawang, Jawa Barat itu kembali menjadi Anggota Dewan periode 2014-2019.
Irwan yang juga alumnus Universitas Airlangga itu membeberkan rahasia dirinya kembali terpilih menjadi wakil dari masyarakat Dapil Jatim III. Secara jujur, Irwan mengakui banyak keuntungan yang ia dapat dengan status sebagai caleg incumbent, namun bukan berarti dia berleha-leha di balik meja kerjanya di gedung DPRD Jatim. Sebaliknya, politisi yang akrab disapa Kang Irwan itu justru aktif turun ke basis massa yang pada pemilu 2009 lalu merupakan mendukungnya. Tak heran, selama lima tahun, Irwan paling tidak sudah melakukan mengunjungi secara langsung di 3 ribu titik yang berada dalam daerah pemilihannya.
"Saya catat ada 3 ribu titik yang basis pemilih saya. Nah, sejak terpilih jadi Anggota Dewan di Pemilu 2009 kemarin, saya napak tilas, menyambangi pemilih saya itu. Saat kampanye, saya tinggal lakukan penguatan lewat alat peraga. Sebenarnya selama lima tahun ini saya sudah mengkampanyekan diri," ungkap Irwan saat ditemui di Ruang Fraksi PKS pada Rabu, 10 September lalu.
Irwan tergolong caleg yang mampu berpikir taktis dan kreatif. Terbukti Ketua Gema Keadilan Jawa Timur itu punya data pendukung yang lengkap yang dia kumpulkan satu per satu. Irwan tidak mengerahkan tim sukses untuk mengenali pendukungnya, dia memperolehnya sendiri dengan jalan yang sederhana, yaitu melalui media sosial Facebook. Setiap hari, Irwan mengaku meluangkan waktu paling tidak satu jam untuk berkutat di depan komputer jinjing (laptop) untuk mencari teman baru lewat Facebook.
Bapak tiga anak itu rajin mencari teman yang berasal dari wilayah Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi. Setelah resmi berteman, ia akan berkenalan dengan pemilik akun Facebook tersebut. Komunikasi yang dia jalin dilakukan dengan telaten, sehingga mereka tertarik untuk saling bertukar nomor telepon atau alamat. Irwan kemudian melanjutkan pertemanannya dengan bersilaturahmi langsung kepada mereka dengan kopi darat. Lewat Facebook ini, Irwan sudah menghimpun sekitar 5000 teman yang akhirnya menjadi pemilihnya pada 9 April lalu.
Tenyata langkah ekspansi menjaring konstituen itu terbukti ampuh. Irwan mencontohkan, banyak temannya di Facebook ternyata adalah petani. Mereka saat ke ladang pun tak lupa membawa telepan genggam yang dilengkapi dengan fasilitas Internet. "Kondisi geografis di Dapil saya yang berbukit dan di gunung ternyata justru membuat sinyal telepon selular kuat. Itu dimanfaatkan masyarakat di sana berselancar di Facebook. Bahkan, para petani sekalipun akrab dengan Facebook," tutur lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tersebut.
Tak jarang, teman yang ia dapat di Facebook kemudian secara sukarela menjadi simpul massa yang menggalang masyarakat sekitarnya untuk mendukung Irwan. Ternyata, beberapa di antara mereka adalah tokoh masyarakat, seperti Ketua RT yang punya pengaruh besar di kalangan tetangga. Biasanya, Irwan sendiri yang turun langsung menemui tokoh-tokoh masyarakat. Tak jarang, ia diajak oleh tuan rumah untuk bermalam.
Sumber: Harian Bangsa Edisi Kamis, 10 September 2014 (dengan perubahan editorial)