Berita PKS

Dr Salim: Orang yang Berkurban Saat Idul Adha Siap Berkorban untuk NKRI

22 Jul 2021 | 14:40 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail Ketua Majelis Syura PKS Dr Salim Segaf Al Jufri saat memantau pembagian satu juta paket kurban PKS melalui siaran langsung dari kediaman di Jakarta, Kamis (22/7) (Donny/PKSFoto)

JAKARTA (22/7) -- Ketua Majelis Syura PKS Dr Salim Segaf Al Jufri memantau langsung pelaksanaan pembagian satu juta paket kurban PKS untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Dr Salim langsung memantau melalui live streaming dari 12 titik dari Indonesia Timur, Indonesia Tengah dan Indonesia Barat.

Dr Salim menyampaikan, lewat kurban kita dilatih untuk belajar mengorbankan apa yang kita miliki. "Siapapun kita apakah pemimpin atau yang dipimpin dilatih berkurban dengan harta. Artinya membeli hewan kurban untuk diberikan kepada saudara-saudara kita," papar Salim Segaf dalam arahannya, Kamis (22/7/2021).

Salim Segaf menuturkan, jika seseorang siap berkorban dengan harta maka ia siap berkorban dengan seluruh apa yang mereka miliki. Begitu juga sebaliknya, jika seseorang tidak mau mengorbankan hartanya untuk orang lain, ia tidak akan mau mengorbankan hal lainnya kepada orang lain.

"Jika seseorang bisa berkorban dengan harta maka ia akan sanggup berkorban yang lebih besar untuk sesuatu yang lebih tinggi. Untuk menjaga NKRI, kedaulatan kita agar terus eksis dan bisa mewujudkan apa yang dicitakan para pendiri bangsa," ujar dia.

Apalagi, papar dia, saat ini dalam kondisi pandemi. Mantan Menteri Sosial ini menyebut semua pihak harus bergandengan tangan dan saling membantu agar bisa melalui ujian ini.

"Saya berharap kepada seluruh anggota PKS dimanapun posisi kita ukir sejarah yang indah untuk negeri dan bangsa kita saat semua kesulitan dalam pandemi. Kita wujudkan PKS untuk jadi pelayan rakyat," terang dia.

Salim Segaf berharap anggota PKS di seluruh Indonesia berbagai kebahagiaan kepada mereka yang papa, mengembirakan mereka yang tengah kesulitan dan bergandengan tangan dengan semua pihak untuk memulihkan Indonesia.

"Pelayan itu bukan pekerjaan yang hina justru mulia. Saat melayani yang diuntungkan pertama adalah yang melayani. Cintai negeri ini lebih besar dari cinta kita kepada diri sendiri. Perbanyak senyum, gembirakan mereka yang susah. InsyaAllah kelak saat kita menghadap Allah SWT kita dalam keadaan tersenyum," pesannya.


Berita Terkait