Berita PKS

Sohibul: Production Capability Adalah Kaidah Penting Ketahanan Bangsa

07 May 2020 | 17:41 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

Jakarta -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengingatkan kaidah penting terkait ketahanan pangan dalam acara FGD Ketahanan Pangan dan Launching Gerakan Ayo Menanam bersama PKS yang dilakukan via daring, Kamis (07/05/2020).

"Sebetulnya memang ada kaidah yang yang harus selalu kita pegang. Yaitu pada dasarnya ketahanan sebuah bangsa itu yang paling penting adalah sebuah bangsa bisa bertahan kalau memiliki production capability terhadap kebutuhan pokoknya. Dalam hal ini pangan tentu merupakan hal penting untuk kebutuhan umat manusia," papar Sohibul.

Sohibul menyesalkan kemajuan teknologi informasi yang menjadikan Indonesia gagap dengan kemampuan dasar untuk bertahan, yaitu kemampuan memproduksi kebutuhan pokok.

"Sayangnya kemajuan teknologi informasi yang orang sebut era digital membuat kita menjadi pihak-pihak yang begitu terpesonakan. Akibatnya kita berlomba-lomba, bagaimana kita bisa hebat dalam dunia digital ekonomi. Tapi ternyata di waktu yang bersamaan, kita justru kehilangan kemampuan untuk memproduksi kebutuhan dasar kita terutama pangan," jelas Sohibul.

Fenomena munculnya berbagai macam marketplace yang tercipta dari kemajuan teknologi digital juga belum bisa maksimal untuk dijadikan wadah penjualan produk Indonesia.

"Kalau kita perhatikan ternyata yang diperjualkan di marketplace mostly itu barang impor. Jadi sesungguhnya teknologi digital yang kita kembangkan itu bukan dimanfaatkan seluas-luasnya untuk apa yang dihasilkan oleh bangsa kita sendiri, tapi justru menjadi tempat untuk memperjualbelikan produk-produk luar negeri," terangnya.

Menurut Sohibul teknologi digital harus ditempatkan sebagai sarana atau fasilitas menjadikan aktifitas atau transaksi menjadi lebih mudah, enabling factor bukan core.

"Harus diingat bahwa enabler itu bukan segala-galanya. Yang merupakan segala-galanya yang pokok itu adalah apa yang menjadi unit transaksinya itu sendiri, yaitu barangnya itu sendiri. Jadi core factornya itu adalah factor itu sendiri," ucapnya.