Program Jalan Tanpa Lubang Banyak Tantangan
SEMARANG (12/1) - Upaya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ‘membebaskan’ Jawa Tengah dari kerusakan jalan bakal tidak mudah.
Program yang dicanangkan dengan istilah ‘Jawa Tengah Tanpa Lubang’ ini diprediksi bakal menghadapi beberapa tantangan. “Baik kesiapan SDM maupun hambatan cuaca ekstrem,” ungkap Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso, di Semarang, Senin (12/1).
DPRD Jawa Tengah, jelasnya, sangat mengapresiasi rencana Gubernur H Ganjar Pranowo yang mencanangkan program Jateng Tanpa Lubang. Hal ini bakal menjadi stimulus bagi upaya peningkatan perekonomian di Jawa Tengah. Jika jalan di Jawa Tengah tanpa lubang, distribusi dan geliat ekonomi kian lancar.
“Tentunya ini akan bermanfaat bagi masyarakat. Karena akan mendorong kegairahan perekonomian di Jawa Tengah,” tegasnya.
Namun, kata politisi PKS Jawa Tengah ini, rencana Gubernur bukan tanpa hambatan. Sebab dari 2.565.621 kilometer jalan propinsi, baru sepanjang 2.230.038 kilometer yang kondisinya baik.
Artinya masih ada 13,08 persen jalan provinsi atau 335,583 kilometer jalan provinsi yang butuh perhatian jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan mewujudkan jalan tanpa lubang.
Sementara sumber daya dari Dinas Bina Marga, baik jumlah pegawai serta sarana prasarana yang tersedia sangat terbatas. Dari sembilan Balai Pelaksana Teknis (BPT) Dinas Bina Marga yang ada, semuanya tidak lebih dari 500 orang pegawai, per balai.
Belum lagi target yang diinginkan Gubernur awal tahun tanpa lubang, tentu perlu percepatan pengadaan aspal, pasir dan bahan lainnya. Sedangkan stock bahan baku sisa di BPT jumlahnya terbatas. Namun lelang pengadaan baru akan ada pemenang paling cepat Maret nanti.
“Termasuk kondisi cuaca yang cukup ekstrim, hujan, dan genangan air merupakan tantangan tersendiri bagi perawatan infrastruktur jalan,” tambahnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan Dinas Bina Marga, untuk secepatnya melakukan perbaikan jalan. Orang nomor satu di Jawa Tengah ini ingin jalan propinsi di Jawa Tengah tanpa lubang, di akhir Januari 2015 ini.
Terkait dengan perbaikan jalan rusak ini, Ganjar ingin mengoptimalkan fungsi pengawas jalan. Seorang pengawas jalan bisa melakukan pengecekan jalan sepanjang 30 hingga 50 kilometer. Dalam proses perbaikan jalan rusak di Provinsi Jateng, Ganjar berencana melibatkan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di berbagai daerah.
“Selain pelajar SMK, para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga dapat dilibatkan melalui KKN tematik,” kata Gubernur.
Sumber: http://nasional.republika.co.id