Masyarakat Sumbar Diminta Bantu Lestarikan Naskah Kuno
PADANG (27/4) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menilai keberadaan naskah kuno penting untuk mengungkap khasanah pemikiran dan kearifan lokal Minangkabau yang mungkin masih relevan untuk diterapkan saat ini.
"Selain itu, naskah kuno tersebut kemungkinan juga memuat informasi tentang sejarah Minangkabau sehingga bisa melengkapi pemahaman tentang sejarah daerah," ujarnya saat membuka sosialisasi naskah kuno Sumatera Barat di Padang, Senin (27/4).
Menurutnya, pemerintah melalui SKPD terkait harus aktif untuk mengumpulkan dan memelihara peninggalan masa lampau tersebut. "Kami akan usahakan tambahan anggaran untuk pengelolaan naskah kuno ini," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar, Alwis mengatakan naskah kuno perlu untuk lestarikan dan disosialisasikan kepada masyarakat karena mengandung nilai-nilai kearifan lokal.
Menurutnya, untuk melestarikan naskah kuno tersebut, Pemprov Sumbar mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di daerah itu untuk ikut aktif mengumpulkan naskah kuno yang saat ini, sebagian besar masih tersebar di tengah-tengah masyarakat.
"Untuk menyamakan persepsi, kami mengundang lembaga perpustakaan dan kearsipan di kabupaten dan kota di Sumbar dalam acara sosialisasi ini. Selain itu kami juga mengundang akademisi dan pihak lain yang terlibat dalam penyelamatan naskah kuno di Sumbar," katanya.
Sementara itu, akademisi Unand, M.Yusuf dan Pramono mengatakan, ada sejumlah kendala dalam penyelamatan naskah kuno di Sumbar diantaranya, sebagian besar naskah masih disimpan masyarakat dan mereka rata-rata tertutup jika ditanya tentang naskah itu.
"Pengalaman kami, untuk bisa melihat naskah kuno yang dimiliki masyarakat itu butuh pendekatan hingga bertahun-tahun," kata M.Yusuf.
Selain itu menurutnya, masyarakat pemilik naskah masih kurang pemahaman terkait penyimpanan naskah kuno sehingga potensi kerusakan sangat tinggi.
"Praktek penjualan naskah kuno demi mendapatkan keuntungan materil juga marak terjadi sehingga banyak naskah kuno kita yang dibawa orang ke luar negeri," tambah Pramono.
Sosialisasi tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan dramatisasi yang mengambil ceritanya diinspirasi oleh naskah kuno, Cindua Mato. Penampilan Ranah Teater yang disutradarai oleh Pinto Anugrah itu mampu memukau seratusan peserta sosialisasi tersebut.