Komisi X Ajak Lestarikan Kekayaan Sejarah Indonesia dengan Membaca Buku

TEGAL, suaramerdeka.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengajak masyarakat untuk senantiasa melestarikan sejarah dengan membaca buku.

Kekayaan sejarah yang bertebaran di seluruh Indonesia menjadikan bangsa ini terus ada dan diakui dunia sebagai negara dengan keragaman budaya. Dengan membaca buku, diharapkan masyarakat mampu untuk terus menceritakan kisah – kisah perjuangan para pendahulu.

“Kita harus lestarikan sejarah kita sendiri, jangan sampai nanti kalau anak cucu kita ingin tahu sejarah bangsa Indoneisa mereka harus keluar negeri dulu. Jangan, kita harus baca dan ceritakan kalau bisa tulis.” terang politikus Partai Keadilan Sejahtera itu di sela – sela Safari Nasional Gemar Membaca bersama Lembaga Perpustakaan Nasional, belum lama ini

Membaca buku dianggap Fikri tidak hanya dapat membantu pelestarian sejarah, namun juga membantu untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. Karena dengan membaca buku masyarakat akan bertambah wawasan ilmu pengetahuan dan wawasan kebangsaan seperti sejarah.

Berbicara Konservasi sejarah, Fikri mencontohkan dengan sejarah yang ada di Kota Tegal, masih banyak pertanyaan mengenai sejarah – sejarah yang ada di kota bahari tersebut. Di antaranya mengenai sejarah dari pendiri kota tegal Ki Gede Sebayu, sejarah kenapa sebuah kampung diberi nama Mangkukusuman.

Lebih lanjut Fikri menambahkan bahwa semangat melestarikan sejarah dengan membaca buku, masyarakat juga turut membantu untuk meningkatkan minat membaca orang Indonesia. Minat membaca buku menjadi sebuah perhatian khusus mengingat Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara.

“Setelah kita baca kemudian kita ceritakan ke anak tentang sejarah, mereka pasti penasaran dan akhirnya mencarinya (Sejarah) dengan membaca buku. Jadinya minat membaca buku masyarakat naik, Kita sebagai orang tua semangat baca, anak juga semangat,” kata Fikri.

Fikri mengatakan bahwa meningkatkan minat baca bukan hanya tugas perseorangan, itu tugas semua elemen. Bekerja sama dengan komunitas membaca, Pemerintah melalui beberapa sektor terus menggalakkan gerakan membaca buku.

(Andika Primasiwi / CN26 / SM Network)

Sumber: Suara Merdeka