Indonesia Jalin Kerjasama di Bidang Kesejahteraan Sosial dengan China

Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial dan Republik Rakyat China lewat Kementerian Urusan Sipil menjajaki kerja sama dibidang kesejahteraan sosial.
 
Penjajakan tersebut direalisasikan lewat pertemuan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri dan jajarannya dengan rombongan Menteri Urusan Sipil RRC Li Liguo di gedung Kementerian Sosial di Jakarta, Senin (9/9).
 
Menteri Urusan Sipil RRC dalam pertemuan itu didampingi Direktur Jenderal Zhang Weixing, Dirjen Departemen Kesejahteraan dan Promosi Charity Zhang Chengfu, Dirjen Departemen Kerja sama Internasional Kang Peng, Sekretaris Menteri Zeng Xiancai dan Atase Kedutaan Besar RRC Li Jialong.
 
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Sosial menjabarkan program-program penanganan masalah kesejahteraan yang dilakukan seperti Program Keluarga Harapan, Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni dan penanganan masalah anak serta lansia.
 
Li Liguo dalam pertemuan tersebut menjelaskan, kementerian yang dipimpinnya mengurusi berbagai permasalahan sipil yang cakupannya lebih luas dari pada yang diurus satu kementerian di RI.
 
"Penanganan sosial di China yang dilakukan Kementerian Sipil sangat luas sekali misalnya masalah registrasi nikah dan pensiun tentara, kalau kita hal-hal seperti itu diurus banyak kementerian," kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.
 
Namun mereka lebih fokus pada penanganan masalah anak dan lansia. Sebelumnya Mensos sempat melakukan kunjungan kerja ke RRC untuk melihat langsung penanganan masalah anak dan lansia di negara tirai bambu tersebut.
 
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan kali ini, pada Rabu 11 September 2013 akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Urusan Sipil RRC tentang kerja sama penanganan masalah kesejahteraan sosial.
 
"Menteri Li Liguo juga akan berkunjung ke beberapa unit di bawah Kementerian Sosial untuk melihat penanganan kita disini dan tindak lanjut lainnya akan diadakan pertemuan ditingkat dirjen dan direktur," tambah Mensos. (RS)

Sumber: menits.com