Indonesia dan Negara-negara Peserta Sidang IPU Sepakat Perangi Terorisme
JENEWA (20/10) - Masalah terorisme juga menjadi bahasan penting dalam Sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-133 di Kota Jenewa, Swiss. Semua negara yang ikut dalam forum ini menyatakan sepakat, aksi terorisme adalah musuh bersama.
"Kita sepakat bahwa tetoris musuh perdamaian, musuh ketenangan dan musuh kita semua. Kita juga pastikan, aksi terorisme tidak ada kaitannya dengan agama tertentu karena terorisme muncul di berbagai bangsa dengan beragam agama," ungkap Jazuli Juwaini, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) delegasi asal Indonesia yang ikut dalam forum IPU kali ini, Senin (19/10/2015).
Dalam forum ini, kata Juwaini, Indonesia ingin menegaskan, memberantas segala macam aksi terorisme. Maka dalam memberantas aksi terorisme, haruslah dilihat penyebabnya.
"Kalau kita mau berantas, maka kita harus melihat penyebab munculnya terorisme. Di antara munculnya terorisme, adalah disebabkan sebagian masyarakat atau bangsa, merasa adanya ketidakadilan dunia," ujar Jazuli.
Yang juga menjadi faktor lain, lantaran tidak adanya kebebasan dalam berdemokrasi yang sebenarnya.
"Karena kalau kita mau memenangi terorisme, maka kita harus menutup pintunya. Dengan kata lain kita harus menghadirkan keadilan dunia dalam pergaulan bangsa-bangsa," kata Jazuli.
Negara yang kuat, diharapkan dapat menjadi wasit, dan tidak kemudian, diam-diam malah terlibat dengan kezoliman.
"Begitu juga kita harus menghadirkan kebebasan rakyat dalam berdemokrasi," Jazuli menegaskan.
Yang juga menjadi harapan, menurut Ketua Fraksi PKS di DPR ini, tidak boleh ada kekuatan apapun termasuk militer yang merampas hak demokrasi rakyat.
"Dan negara-negara kuat harus turun tangan. Jangan menikmati konflik yang terjadi yang disebabkan oleh kediktatoran di dunia ini," ujar Jazuli.
Keterangan Foto: Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini (tengah, berpeci hitam) bersama delegasi Indonesia yang ikut Sidang Inter-Parliementary Union (IPU) di Jenewa Swiss.
Sumber: http://www.tribunnews.com