Berita PKS

FPKS DPRD Sumut Tolak Wacana PPN Sembako dan Pendidikan

19 Jun 2021 | 08:29 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

Medan - Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menolak wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk Sembako dan Pendidikan yang rencananya akan dilakukan oleh pemerintah melalui revisi aturan perpajakan.

Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto saat dimintai pendapatnya di Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (17/6).

Dijelaskan, bahwa Fraksi PKS DPR RI dan seluruh daerah di Indonesia menolak wacana yang sedang hangat dibicarakan tersebut.

“Kami Fraksi PKS DPRD Sumut sebagaimana arahan Fraksi PKS DPR RI, bahwa kita menolak terhadap rencana pemerintah untuk memungut PPN terhadap sembako dan Pendidikan,” kata Hendro.

Menurutnya, pemerintah seharusnya peka dan memiliki perasaan peduli akan kondisi saat ini. Bahwa dalam masa pandemi Covid-19 ini ekonomi sedang masyarakat terpuruk.

“Ekonomi lagi merosot, masyarakat juga tergerus daya belinya, pendapatannya pasti berkurang nantinya kalau ditambah lagi dengan pemberlakuan PPN,” ujarnya.

Selain itu, Hendro juga menilai, wacana pengenaan PPN yang dikeluarkan pemerintah tidak sinkron dengan upaya pemulihan ekonomi secara nasional, dan mendorong usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Tapi satu sisi pemerintah juga memberatkan pelaku ekonomi dengan ada rencana untuk ngutip PPN. Berarti inikan antara kebijakan satu dengan kebijakan ini kan tidak sinkron,” sebutnya.

Untuk itu, lanjutnya, Fraksi PKS DPRD Sumut meminta kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani, untuk bisa menemukan sumber-sumber pembiayaan pendapatan untuk mengalokasikan APBN, jangan hanya sekedar mengutip pajak kepada pelaku usaha menengah kebawah.

“Masyarakat di satu sisi dipungut pajak, tapi para pengusaha besar di berikan amnesti pajak, ini kan enggak betul. Jangan main pajak-pajakaja, semua dipajaki. Gawat ini,” kata Hendro menutup pernyataan nya.