Bupati Kutai Timur Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
JAKARTA — Bupati Kutai Timur, Kalimantan Timur, Ardiansyah Sulaiman, mendorong pengembangan UMKM berbasis potensi lokal melalui hilirisasi komoditas pertanian, seperti pisang, cokelat, dan nanas, untuk memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Bincang Kepala Daerah di tengah Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) PKS 2026, Selasa (20/10/2026).
Ardiansyah menjelaskan, Kutai Timur memiliki potensi sumber daya alam yang besar, baik dari sektor pertambangan maupun perkebunan dan pertanian. Namun, ia menilai pembangunan daerah tidak bisa terus bergantung pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong pengembangan produk turunan komoditas pertanian melalui industri rumahan dan UMKM. Salah satu komoditas unggulan adalah pisang kepok grecek yang telah diekspor ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Iran, Malaysia, dan Singapura.
“Kita berpikir kalau kita terus menitikberatkan pada potensi sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui, suatu saat kalau habis kita tidak bisa apa-apa,” ujar Ardiansyah.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mulai mengembangkan skema permodalan UMKM dengan bantuan modal mulai dari Rp2 juta hingga Rp25 juta agar masyarakat dapat mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
Di sektor investasi, Kutai Timur juga tengah mengembangkan proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol dengan nilai investasi sekitar Rp41 triliun. Meski demikian, Ardiansyah menekankan pentingnya memastikan investasi berskala besar tersebut berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Kutai Timur menjalankan program dokter keliling untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang luas dan tersebar. Pemerintah daerah juga memberikan fasilitas pendidikan, mulai dari perlengkapan sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP hingga beasiswa melalui program Kutai Timur Tuntas.
Ardiansyah berharap pengembangan potensi lokal, investasi, serta program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh warga.
“Pesan saya hanya sederhana saja: tetap bersemangat untuk memanfaatkan potensi yang ada, kita ubah menjadi potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada,” pungkasnya.