Bimteknas PKS 2026 Bekali Pejabat Publik Strategi Komunikasi Anak Muda dan Digital
JAKARTA — Pejabat publik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terdiri dari Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, Kota/Kabupaten, serta kepala daerah dan wakil kepala daerah dari seluruh Indonesia mendapatkan berbagai pembekalan dalam Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) PKS 2026 selama dua hari, 19-20 Oktober 2026.
Pada hari kedua, peserta dibekali dengan beberapa sesi pembekalan tentang komunikasi digital dan strategi komunikasi anak muda yang akan mendominasi Pemilu 2029 mendatang.
Diantaranya adalah sesi bertema "Kebangkitan Gen Z dan Digital Activism" yang menghadirkan influencer muda Sherly Annavita dan Direktur Eksekutif Youth Lab Indonesia Muhammad Faisal.
Faisal menyebut bahwa saat ini memasuki era Youth Centered Society di mana anak muda menjadi tokoh perubahan dunia. Ia menyoroti gelombang kerusuhan besar yang saat ini terjadi di Perancis yang digerakkan oleh anak muda.
"Bonus demografi adalah titik kritis sebuah bangsa. Ada hubungan erat jumlah anak muda yang besar dengan revolusi sebuah bangsa," ujar Faisal.
Influencer dengan 2,2 juta pengikut di Instagram, Sherly Annavita menyebut cara tercepat untuk masuk dan diterima oleh generasi muda adalah dengan menciptakan ruang inklusif dengan gaya komunikasi mereka.
"Cara paling cepat adalah kita bergaul dengan mereka, ciptakan ruang-ruang inklusif. Diri kita tidak perlh berubah tapi masuk ke mereka dengan diksi mereka," paparnya.
Selain itu, peserta juga menerima materi tentang Kompetensi Komunikasi Politik Pejabat Publik di Era Digital oleh CEO PolMark Indonesia dan CEO Konner Advisory Agung Silih Wasesa.
Eep memaparkan bahwa pengguna internet di Indonesia tahun 2026 sudah mencapai 81,1 persen penduduk, sehingga sangat penting untuk membangun netizen yang memiliki karakter warga negara, netizenship yang berbasis citizenship.