Bina Persatuan Lewat Majelis Taklim - 2

Pada Sosialisasi Empat Pilar (21/9), Hadi yang terakhir menempuh pendidikan magister sains (S2) ilmu ekonomi juga mengajak masyarakat Kaltim-Kaltara, khususnya anggota Majelis Taklim Bina Insan Mulia Samarinda, untuk mensyukuri nikmat persatuan dan kesatuan Indonesia.

Menurut dia, banyak negara yang terpecah-pecah  karena perbedaan agama. Tapi bangsa Indonesia bisa menyatukan enam agama.  Banyak negara tercerai berai karena perbedaan suku. Namun rakyat Indonesia mampu menyatukan lebih  400 suku bangsa.  Banyak negara  harus berpisah karena bahasa. Namun  penduduk Indonesia dapat menyatukan ratusan ragam bahasa daerah dengan bahasa persatuan Indonesia.

Karunia Allah berupa persatuan dan kesatuan, lanjut Hadi, harus kita syukuri bersama. Sama halnya ketika melakukan sosialisasi  “Empat Pilar MPR RI” di tempat lain, Hadi Mulyadi juga mengajak masyarakat  Kaltim-Kaltara mencegah berkembangnya paham radikal.  

Hadi menjelaskan ada dua hal yang bisa dilakukan. Pertama, memberikan pemahaman ajaran agama secara utuh dan benar. Kedua, memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung pada empat pilar berbangsa dan bernegara. Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk ikut terus menjaga keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara.

“Hanya dengan hidup yang aman, tanteram dan damai, kita bisa membangun bangsa dan  negara ini secara bersama-sama, demi kejayaan Indonesia, khususnya Kaltim dan Kaltara di masa depan,” kata wakil rakyat yang mempunyai hobi menulis puisi ini.

Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral, Riset dan  Teknologi serta Lingkungan Hidup tersebut mengingatkan, menjaga keutuhan NKRI adalah kewajiban semua warga negara. Masalah-masalah yang menjadi faktor disintegrasi bangsa harus diselesaikan sejak dini oleh seluruh komponen bangsa. Perpecahan antarsuku, masalah narkoba, terorisme, radikalisme, dan sebagainya harus menjadi perhatian serius bagi seluruh anak bangsa Indonesia untuk dituntaskan sebaik-baiknya tanpa menimbulkan ekses baru dari penyelesaian masalah itu.

Termasuk menjelang Pilkada serentak 9 Desember 2015 nanti. Menurut dia, pilihan politik boleh berbeda. Tetapi persatuan kesatuan, kekeluargaan, dan silaturahmi harus tetap diutamakan. Katanya, kita semua patut bersyukur. Karena baik tahapan Pilkada Kaltara, empat kabupaten di Kaltara, serta sembilan kabupaten/kota di Kaltim, seluruhnya berjalan lancar, aman dan damai. Dia berharap situasi yang tetap terjaga ini dapat terus dipertahankan hingga dilantiknya seluruh kepala daerah definitif. 

Baca juga Bina Persatuan Lewat Majelis Taklim - 1

Sumber: http://www.sapos.co.id