Aher Minta Petugas Haji Ditambah
Bekasi (13/8) Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau yang kerap disapa Aher menyatakan, dari pengalaman penyelenggaraan ibadah haji tahun-tahun sebelumnya ternyata petugas haji di lapangan terasa kurang, khususnya untuk pelayanan bimbingan haji di sejumlah kelompok terbang (kloter).
"Penyelenggaraan haji itu berat. Apalagi pelayanan itu menyangkut tamu Allah," kata Heryawan seusai pelantikan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta-Bekasi, di Asrama Haji Bekasi, Selasa (12/8/2014).
Dia mengaku mempunyai pengalaman ketika berada di kloter beberapa waktu lalu. Dalam acara tersebut hadir Menag Lukman Hakim Saifuddin, Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Abdul Djamil, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenag Zubaidi, Kanwil Kemenag Jabar Buchari dan sejumlah pejabat lainnya.
Pada acara tersebut juga dilakukan uji coba makanan selama di penerbangan haji dan penyerahan aset berupa tanah Asrama Haji Bekasi dari Pemda Provinsi Jawa Barat kepada Ditjen PHU. Aher menyatakan, calon jamaah haji selama dalam perjalanan harus disiapkan dengan baik. Mulai dari asrama haji hingga sampai ke Tanah Suci.
Harus diupayakan agar jamaah haji tidak merasa kelelahan dalam perjalanan. "Saya melihat, petugas terasa kurang. Namun ketika sampai di Tanah Suci, alhamdullilah, ada petugas. Khususnya dari kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH). Jadi, petugas yang baru datang merasa terbantu," tutur dia sebagaimana dikutip situs Kemenag.
Karena itu, Ahmad Heryawan meminta petugas dari KBIH hendaknya ke depan lebih diberdayakan. Koordinasi dengan petugas PPIH harus dimaksimalkan. Sehingga layanan kepada jamaah akan terasa maksimal.
Jamaah haji dari Jawa Barat, tambah gubernur, adalah 20% dari keseluruhan jamaah haji secara nasional. Jika yang 20% itu dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik, baik dari sisi manasik maupun ketertiban lainnya, maka tidak mustahil akan dapat menjadi percontohan bagi jamaah haji dari provinsi lainnya. (*/vik)
Sumber: wartanews.com