Berita PKS

Silaturahim Bersama Warga Pemangkat, Aher Ungkap Kedekatannya dengan Cabup Atbah

02 Dec 2020 | 14:45 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail Wakil Ketua Majelis Syura PKS Ahmad Heryawan saat menghadiri acara silaturahim dengan warga Pemangkat, Sambas, Selasa (01/12/2020). (Donny/PKSFoto)

Sambas -- Usai dilantiknya pengurus Pusat DPP PKS, oleh Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Aljufri di Bandung, Ahad kemarin, DPW PKS Kalbar langsung melaksanakan agenda silaturahim bersama warga di Pemangkat, Sambas dengan pengurus DPP PKS, Selasa (1/12/2020) malam.

Acara yang dihadiri oleh Wakil Ketua Majelis Syura PKS Ahmad Heryawan, Ketua Bidang Pembinaan Wilayah Kalimantan Alifudin, Ketua DPW PKS Kalbar Arif Joni dan Ketua DPD PKS Sambas Atbah Romin Suhaili digelar di pelataran halaman rumah H Sanusi, Pemangkat, Sambas.

Arif Joni mengatakan agenda kunjungan DPP PKS ke warga Pemangkat merupakan silaturahim biasa, karena selagi ada Ahmad Heryawan dan Pak Alif yang akan melaksanakan safari kemanangan Pilkada di Sambas.

"Alhamdulillah, mumpung ada tokoh DPP PKS jadi sekalian kita bertemu warga Pemangkat, wabil khusus pak Sanusi yang juga Caleg DPR RI PKS pada pemilu kemarin," ujar Arif Joni

Ahmad Heryawan yang juga mantan Gubernur Jawa Barat dalam sambutannya mengisahkan hubungan yang sudah lama dengan Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili yang sedang cuti karena masa kampanye.

"Banyak persamaan saya dengan pak Atbah, sama-sama dari pesantren, kuliah satu almamater di Lipia Jakarta, dan sama sama Kepala Daerah," ujar Ahmad Heryawan yang juga biasa disapa kang Aher.

Ahmad Heryawan mengatakan bahwa tamatan pesantren juga bisa menjadi kepala daerah dan harus bisa memberikan kebermanfaatan yang lebih bagi warganya.

"Sewaktu saya belum menjadi kepala daerah hanya sebagai ketua yayasan, mencari dana untuk beasiswa 100 orang, sulitnya minta ampun, tapi pas sudah jadi gubernur, jangankan 1000, 7 juta anak sekolah saya bisa gratiskan. Yang penting keberpihakan kepala daerah jelas kepada rakyat," tambahnya.

Usai acara ditutup dengan acara "saro'an" yaitu saparahan makan bersama warga dengan satu nampan besar untuk porsi 6 orang.