Siarkan Perkembangan Harga Pangan Lewat Media Nasional
JAKARTA (8/5) – Anggota Komisi IV DPRRI Andi Akmal Pasluddin meminta Pemerintah, dalam hal ini Tim Harga Pangan untuk melibatkan peran media berjaringan nasional untuk mensosialisasikan hasil keputusan penentuan harga-harga pangan setiap harinya. Menurutnya peran media berjaring nasional seperti RRI dan TVRI sangat efektif karena dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa. Dengan demikian masyarakat, baik petani maupun konsumen produk makanan mendapat informasi yang cepat dan tepat berkaitan dengan harga-harga pangan.
“Masyarakat terutama petani dan nelayan sangat perlu disajikan informasi-informasi harga di pasar tiap-tiap kota, sehingga mereka dapat mengambil keputusan dalam melakukan penjualan ataupun aktivitas konsumsi produk makanan di kotanya seperti puluhan tahun waktu silam,” ujar Andi Akmal.
Dulu, lanjut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, masyarakat terutama petani, sangat menantikan acara informasi harga-harga produk pangan di tiap-tiap kota, seperti harga cabe, kol, bawang, beras, jagung, dan sebagainya. Sehingga masyarakat dapat melakukan penolakan atau protes kepada pedagang nakal di pasar jika melakukan kenakalan dalam mempermainkan harga pangan. Akurasi ini tentu dapat dilakukan oleh pemerintah, karena pada saat itu ada tim survey yang bekerja setiap hari memantau pergerakan harga-harga di seluruh pasar Indonesia.
Kecepatan dan akurasi data informasi harga pangan dari hari ke hari pada saat ini tidak lagi menjadi sajian di media televisi dan radio berjaringan nasional. Sehingga Andi Akmal sangat berharap Pemerintah dapat menganggarkan secara khusus untuk membuat budaya ini lagi.
“Kami berharap, Televisi dan Radio Pemerintah diberikan anggaran khusus untuk sajian ini dengan melibatkan Tim Harga Pangan yang diinisiasi Kementerian Perdagangan dan Menteri Koordinasi Perekonomian,” pinta Andi Akmal.
Selanjutnya ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulawesi Selatan ini mengatakan, tim yang akan dibentuk untuk bekerja memformulasi harga pangan ini jangan mati muda. Artinya, pekerjaan tim harga pangan ini jangan dikondisikan hanya sesaat saja sesuai kebutuhan politik semata. Pemenuhan kebutuhan produk dan stabilisasi harga harap dilakukan terus menerus dengan penguatan sektor produksi di kementerian teknis (Kementerian Pertania dan Kementerian Kelautan dan Perikanan) yang didukung oleh Kementerian Perdagangan dan Bulog untuk distribusi ke setiap wilayah Indonesia.
“Kami berharap, pemerintah tidak pelit dalam membangun sistem informasi harga pangan hasil kerja tim yang akan dibentuk nanti. Sosialisasi tiap hari perlu dilakukan untuk membuat para pelaku pasar pangan dan masyarakat sebagai pengguna produk pangan. Sehingga yang paling memungkinkan adalah menggunakan sarana media radio dan televisi yang dimiliki pemerintah,” pungkasnya.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPRRI