Serap Aspirasi WNI di Jerman, HNW Sampaikan Nilai Pancasila dalam Pandemi

Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid pada acara silaturahmi dan penyerapan aspirasi secara daring dengan WNI di Jerman
Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid pada acara silaturahmi dan penyerapan aspirasi secara daring dengan WNI di Jerman

Jerman-- Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengadakan acara silaturahmi dan penyerapan aspirasi secara daring pada hari Ahad (21/02/2021). Acara yang diadakan secara rutin setiap memasuki masa reses merupakan upaya dari pria yang akrab disapa HNW untuk menjaga komunikasi dengan konstituennya yang meliputi daerah pemilihan luar negeri.

Pada kesempatan silaturahmi kali ini HNW berkesempatan menyapa masyarakat umum yang berdomisili di Jerman, Swiss, Polandia, dan Austria. Acara diberi tajuk “Menelaah Nilai-Nilai Pancasila dan Demokrasi Dalam Terapannya di Krisis Pandemi COVID-19” diselenggarakan oleh PIP (Pusat Informasi dan Pelayanan) PKS Jerman.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini mengatakan, serap aspirasi adalah kegiatan rutin yang digelar untuk menjaga komunikasi dengan konstituennya. HNW mengaku wajib mendengar aspirasi dari warga negara Indonesia yang berdomisili di luar negeri sebagai bagian dari Dapil II DKI Jakarta.

Lulusan S3 Universitas Madinah ini menyampaikan informasi tentang kondisi anggaran 2021 yang ternyata menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya meskipun kondisi masyarakat akibat Covid-19 semakin terasa.

HNW juga menyampaikan korelasi Jerman dengan demokrasi Indonesia. Prof Habibie, yang dibesarkan oleh Jerman, menjadi presiden pertama setelah Orde Baru dan menjadi ikon demokrasi dengan aksi-aksinya termasuk bagaimana Prof Habibie mempercepat pelaksanaan pemilu. Selain itu juga, HNW bercerita bagaimana peneliti Jerman keturunan Turki yang berhasil membuat vaksin Covid-19 lewat perusahaan Biontech.

Wakil Ketua MPR RI ini menjelaskan bagaimana kaitan setiap sila Pancasila dengan Covid-19. “Sesuai sila Persatuan Indonesia, seharusnya Covid-19 ini juga membawa solidaritas kepada bangsa Indonesia," kata Hidayat.

Beberapa kejadian belakangan terutama tentang posisi PKS dalam berbagai permasalahan di dalam negeri, termasuk korupsi bantuan sosial, UU Omnibus Law Cipta kerja, data-data seputar pandemi yang tidak akurat, UU Haluan Ideologi Pancasila juga ikut dipaparkan.

"Adanya COVID-19 menjadikan persidangan di DPR dibatasi baik jumlah dan masa sidangnya, tetapi dalam peran pembuatan legislasi tetap dilakukan dengan cara yang secermat mungkin, yang kadang hanya menghadirkan banyak-banyakan jumlah, kadang bisa menghadirkan koreksi sebagian, kadang bisa menghadirkan koreksi keseluruhan. Itulah tadi dinamika Pancasila, dimana pandemi ini pun tetap bisa menghadirkan produktivitas," simpul Anggota DPR komisi VIII ini tentang aktivitas legislatifnya dan PKS secara umum.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno yang hadir berkesempatan membuka acara. Pada sambutannya, Havas menyampaikan beberapa hal diantaranya tentang rencana pendirian gedung baru KBRI untuk menggantikan gedung sewaan KBRI sekarang, update berita seputar Covid-19 di Jerman, dan laporan beberapa mahasiswa Indonesia yang mendapatkan posisi magang di Bundestag (DPR Jerman).

Sekitar 250 peserta terlihat antusias mengikuti acara yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Antusiasme ini dapat terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang diajukan selama acara berlangsung.

Beberapa sumbang saran yang disampaikan peserta adalah gerakan bantuan antaranggota masyarakat, pengetatan keamanan dirgantara, sertifikasi ulama, dan UU Energi Terbarukan.

Di sela-sela acara, penyelenggara juga membagikan beberapa voucher kepada para peserta dengan nilai total 100 Euro. Voucher ini dapat dicairkan untuk berbelanja pada beberapa UMKM dari para simpatisan PKS di Jerman dan sekitarnya.