SEHAT, BUGAR, DAN KUAT SEPANJANG MASA: MENJAGA AMANAH TUBUH
Oleh Dr. BS. Wibowo
Dewan Penasihat PKS
Kesehatan adalah salah satu nikmat Allah yang sering baru terasa nilainya ketika mulai berkurang, atau sakit. Tubuh yang sehat membuat seseorang lebih leluasa beribadah, bekerja, belajar, mengurus keluarga, menolong sesama, dan menebarkan manfaat. Karena itu, menjaga kesehatan bukan semata-mata urusan fisik, melainkan bagian dari tanggung jawab seorang Muslim dalam menjaga amanah yang diberikan Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada keduanya terdapat kebaikan (HR. Muslim). Kekuatan di sini dapat dipahami secara luas: kekuatan iman, mental, ilmu, ekonomi, sekaligus kekuatan jasmani. Seorang Muslim idealnya berusaha menjadi pribadi yang sehat, bugar, dan kuat sepanjang masa, sehingga tetap mampu berkarya dan beribadah dengan baik sejak usia muda hingga lanjut usia.
“Kesehatan adalah keadaan sehat seseorang, baik secara fisik, jiwa, maupun sosial dan bukan sekadar terbebas dari penyakit untuk memungkinkannya hidup produktif.” (UU No. 17/ 2023: Kesehatan)
Memperhatikan Apa yang Kita Makan
Islam memberi perhatian besar terhadap makanan karena apa yang masuk ke dalam tubuh akan memengaruhi kesehatan, kekuatan, bahkan kualitas kehidupan seseorang. Allah berfirman:
“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.”
(QS. ‘Abasa [80]: 24)
Ayat ini mengandung pesan yang sangat relevan dengan kehidupan modern. Makanan tidak seharusnya dipilih hanya karena enak, murah, menarik, atau sedang populer. Kita perlu memperhatikan asalnya, kebersihannya, kandungan gizinya, jumlahnya, dan dampaknya bagi kesehatan.
Islam tidak hanya berbicara tentang makanan yang halal, tetapi juga tayyib, yaitu baik, layak, bersih, dan bermanfaat. Allah berfirman:
“Wahai manusia! Makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik...” (QS. Al-Baqarah [2]: 168)
Halal menyangkut apa yang diizinkan oleh syariat, sedangkan tayyib mengingatkan kita pada kualitas dan kebaikan makanan bagi tubuh. Karena itu, pola makan seorang Muslim seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan, “Apakah ini halal?”, tetapi dilanjutkan dengan pertanyaan, “Apakah ini baik bagi kesehatan saya?”
Allah juga mengingatkan:
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A‘raf [7]: 31)
Prinsip ini sangat penting. Bahkan makanan yang halal dan bergizi dapat menimbulkan masalah apabila dikonsumsi secara berlebihan. Menjaga kesehatan berarti belajar mengendalikan selera, porsi, dan kebiasaan makan. Boleh makan, tetapi jangan sampai obesitas. Renungkan hadits berikut:
“Perut adalah rumah penyakit, dan menjaga pola makan adalah pangkal pengobatan.” “Berpuasalah, niscaya kalian sehat.” “Tidaklah anak Adam memenuhi suatu wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika harus lebih, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya.”
Sehat Bukan Hanya Tidak Sakit
Sehat, bugar, dan kuat memiliki makna yang saling melengkapi. Sehat berarti kondisi tubuh dan jiwa berada dalam keadaan yang baik. Bugar berarti mempunyai stamina yang cukup untuk melakukan aktivitas tanpa cepat kelelahan. Sedangkan kuat berarti mempunyai ketahanan fisik dan mental untuk menghadapi beban kehidupan.
Karena itu, menjaga kesehatan tidak cukup dengan menunggu datangnya penyakit lalu berobat. Kita perlu membangun gaya hidup sehat secara terus-menerus. Tidur yang cukup, aktivitas fisik yang teratur, makanan bergizi, berat badan yang terjaga, pengelolaan stres, kebersihan, serta pemeriksaan kesehatan yang tepat merupakan bentuk ikhtiar agar tubuh tetap berfungsi dengan baik.
Tubuh bukan mesin yang dapat dipaksa bekerja tanpa perawatan. Kesibukan mencari rezeki, mengejar karier, belajar, atau berwirausaha tidak seharusnya membuat seseorang mengabaikan kesehatan. Penghasilan yang tinggi akan kehilangan banyak makna apabila pada akhirnya harus dibayar dengan kualitas hidup yang buruk.
Menjaga Kesehatan melalui Preventif, Promotif, Kuratif, dan Rehabilitatif
Dalam praktik kesehatan modern dikenal pendekatan preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif. Keempat pendekatan tersebut sangat selaras dengan semangat Islam untuk menjaga kemaslahatan manusia.
Pendekatan preventif berarti mencegah penyakit sebelum terjadi. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat dilakukan dengan menjaga pola makan, berolahraga, cukup tidur, menjaga kebersihan, menghindari rokok, tidak menyalahgunakan zat yang merugikan tubuh, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala sesuai usia, kondisi, dan faktor risiko. General check-up dapat menjadi bagian dari ikhtiar, terutama ketika memang direkomendasikan berdasarkan usia, riwayat keluarga, gejala, atau risiko kesehatan tertentu.
Kita juga perlu memperhatikan faktor-faktor yang menunjang kekuatan dan ketahanan jasmani sekaligus menjauhkan diri dari kebiasaan yang mengganggu kesehatan. Merokok, misalnya, tidak memberikan manfaat kesehatan dan berkaitan dengan berbagai penyakit serius. Karena itu, pilihan terbaik bagi kesehatan adalah tidak merokok sama sekali.
Kopi, teh, dan minuman berkafein pada dasarnya tidak harus dihindari oleh semua orang, tetapi konsumsi yang berlebihan perlu diwaspadai. Pada sebagian orang, kafein berlebihan dapat mengganggu tidur, memicu berdebar, kecemasan, atau keluhan lambung. Prinsipnya adalah tidak berlebihan, memahami kondisi tubuh sendiri, dan membatasi konsumsi bila menimbulkan keluhan.
Pendekatan promotif berarti meningkatkan kualitas kesehatan. Kegiatan promotif bukan sekadar mengatakan “jangan sakit”, tetapi membangun kebiasaan yang membuat tubuh semakin sehat. Edukasi tentang gizi, aktivitas fisik, pengelolaan stres, kesehatan mental, kebersihan, dan pola hidup aktif merupakan bagian penting. Kesehatan harus menjadi budaya dalam keluarga, sekolah, kampus, masjid, dan tempat kerja.
Pendekatan kuratif berarti segera mencari pertolongan ketika penyakit telah muncul. Jangan membiarkan keluhan berlarut-larut hanya karena merasa masih mampu beraktivitas. Ketika tubuh memberikan tanda adanya gangguan, lakukan pemeriksaan dan pengobatan kepada tenaga kesehatan yang kompeten. Berobat bukan tanda lemahnya tawakal. Berobat adalah bagian dari ikhtiar, sedangkan kesembuhan tetap kita mohonkan kepada Allah.
Pendekatan rehabilitatif dilakukan setelah seseorang mengalami penyakit, cedera, operasi, atau penurunan kemampuan tubuh. Tujuannya adalah mengembalikan fungsi dan kemandirian semaksimal mungkin. Rehabilitasi dapat berupa latihan fisik bertahap, fisioterapi, pengaturan nutrisi, kontrol rutin, dukungan keluarga, serta penguatan mental dan spiritual. Sembuh tidak selalu berarti sekadar penyakitnya hilang; yang tidak kalah penting adalah mengembalikan kemampuan seseorang untuk menjalani kehidupan secara produktif dan bermakna.
Kebersihan adalah Bagian Penting dari Kehidupan Muslim
Islam memiliki perhatian yang sangat kuat terhadap kebersihan dan kesucian. Rasulullah ﷺ bersabda: “Bersuci adalah separuh dari iman.” (HR. Muslim)
Karena itu, seorang Muslim hendaknya memperhatikan kebersihan dalam segala aspek kehidupan: kebersihan badan, pakaian, makanan, tempat tinggal, kamar mandi, peralatan makan, tempat ibadah, hingga tempat kerja.
Kebersihan bukan sekadar persoalan penampilan. Lingkungan yang bersih membantu mengurangi risiko penularan berbagai penyakit. Tangan yang bersih, makanan yang diolah secara higienis, air yang layak, peralatan makan yang bersih, serta rumah dan tempat kerja yang terawat merupakan bagian dari usaha menjaga kesehatan diri dan orang lain.
Allah juga berfirman: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah [2]: 222)
Maka kebersihan dalam Islam mempunyai dua dimensi sekaligus: kebersihan lahir dan kebersihan batin.
Menjadi Muslim yang Kuat hingga Usia Lanjut
Tujuan menjaga kesehatan bukan semata-mata agar seseorang terlihat bugar pada usia muda. Yang kita inginkan adalah kemampuan untuk tetap sehat, mandiri, produktif, dan bermanfaat sepanjang perjalanan usia.
Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi kesehatan untuk masa depan. Kebiasaan makan berlebihan hari ini dapat memberikan konsekuensi bertahun-tahun kemudian. Kebiasaan merokok hari ini dapat memengaruhi kesehatan di masa mendatang. Sebaliknya, olahraga yang dilakukan secara konsisten, pola makan yang lebih baik, tidur yang cukup, pemeriksaan kesehatan yang tepat, dan disiplin menjaga kebersihan merupakan tabungan kesehatan jangka panjang.
Karena itu, kesehatan sebaiknya tidak dipandang sebagai proyek sesaat ketika berat badan meningkat atau ketika hasil pemeriksaan mulai memburuk. Kesehatan adalah gaya hidup sepanjang hayat.
Dalam kerangka Islam, ikhtiar menjaga kesehatan juga harus dibarengi keseimbangan ruhani. Tubuh membutuhkan makanan bergizi, tetapi hati juga membutuhkan iman. Tubuh membutuhkan olahraga, sementara jiwa membutuhkan ketenangan. Tubuh membutuhkan istirahat, dan kehidupan membutuhkan keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, ibadah, serta waktu untuk memulihkan diri.
Upaya Untuk sehat, Bugar Dan Kuat
Untuk menjaga stamina dan kekuatan tubuh, olahraga sebaiknya dilakukan secara teratur, bertahap, dan disesuaikan dengan usia serta kondisi kesehatan. Tujuannya bukan hanya agar tubuh tidak mudah lelah, tetapi juga mempertahankan fungsi jantung, paru, otot, tulang, keseimbangan, dan kemampuan beraktivitas sampai usia lanjut.
Beberapa jenis kegiatan yang baik antara lain jalan cepat, jogging ringan, bersepeda, berenang, senam aerobik, naik-turun tangga, serta olahraga permainan untuk melatih daya tahan. Untuk menjaga kekuatan otot, dapat ditambahkan latihan beban, squat, push-up, latihan dengan resistance band, atau latihan menggunakan berat badan sendiri. Peregangan dan latihan fleksibilitas juga penting agar tubuh tetap lentur, sedangkan latihan keseimbangan seperti berdiri satu kaki, tai chi, atau gerakan keseimbangan sederhana sangat bermanfaat terutama pada usia lanjut.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan merupakan salah satu bentuk syukur. Kita menjaga apa yang Allah titipkan agar dapat digunakan selama mungkin untuk kebaikan. Sehat agar mampu beribadah. Bugar agar mampu berkarya. Kuat agar mampu menghadapi tantangan. Dan semua itu dijaga agar hidup kita semakin panjang dalam manfaat, bukan sekadar panjang dalam usia.
Semoga Allah memberikan kepada kita kesehatan yang baik, tubuh yang kuat, hati yang bersih, umur yang penuh keberkahan, dan kemampuan untuk menggunakan seluruh nikmat tersebut dalam ketaatan dan kemanfaatan bagi sesama. Aamiin.