Sehari Dilantik, Aleg PKS Kecam Wiranto Soal Korban Gempa

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Saadiah Uluputy
Anggota DPR RI Fraksi PKS, Saadiah Uluputy

Jakarta (02/10) -- Anggota DPR RI Fraksi PKS, Saadiah Uluputy kecam pernyataan Menteri Polhukam, Wiranto yang menyatakan korban bencana dan pengungsi di Maluku menjadi beban pemerintah.

"Hari ini masyarakat Maluku merasa tersinggung, marah, melukai hati masyarakat Maluku atas pernyataan seorang Menteri, pejabat negara Pak wiranto yang menyatakan bahwa korban bencana pengungsi di Maluku itu hanya menjadi beban pemerintah," terang Sa'adiyah, Rabu (02/10/2019) di Senayan, Jakarta.

Ia menyampaikan, bencana gempa bumi yang terjadi di Maluku beberapa hari yang lalu bukanlah sesuatu yang juga diinginkan oleh masyarakat Maluku, "Korban dan bencana ini bukan atas permintaan masyarakat, sehingga tidak pantas pernyataan tersebut disampaikan oleh pejabat negara ditegah kondisi masyarakat yang masih berduka" katanya.

Ia berharap, pemerintah tidak menomor duakan Maluku. Karena, lanjut Sa'adiyah, Maluku merupakan bagian dari NKRI dan ikut memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

"Maluku bukan warga kelas dua di negara ini, Maluku ikut memproklamirkan NKRI, tapi hari ini Maluku merasa dianak tirikan. Jangan lupakan sejarah," tegasnya.

Sebagai perwakilan masyarakat Maluku di DPR, Sa'adiyah akan terus mengawal janji pemerintah untuk masyarakat Maluku yang menurutnya hingga saat ini belum juga terealisasikan.

"Beberapa hal yang sudah dijanjikan oleh pemerintah pusat itu terkait lumbung ikan nasional, sampai hari ini belum terealisasikan. Sehingga, masyarakat Maluku berteriak kapan lumbung ikan nasional itu akan direalisasikan," lanjutnya.

Kamis, (27/09/2019) tepat beberapa jam setelah gempa bumi menggoncang bumi Maluku, Sa'adiyah meninjau langsung korban gempa di rumah sakit umum Dr. Haulusy, Maluku. "Banyak pasien yang terpaksa harus dievakuasi keluar rumah sakit,".

Ia juga menyatakan bahwa PKS Maluku hingga Rabu (02/10/2019) terus bergerak untuk membuat posko dan mendistribusikan bantun kepada korban terdampak.