Presiden PKS Berikan Solusi Masalah Harga Daging Sapi yang Terus Naik

Presiden PKS Ahmad Syaikhu (PKSFoto)
Presiden PKS Ahmad Syaikhu (PKSFoto)

Jakarta -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu paparkan solusi masalah harga daging yang terus naik dalam acara Webinar dengan tema "Harga Sapi Tidak Bisa Dikendalikan, Apa yang Bisa Kita Lakukan?", Sabtu (20/02/2021).

"Ketergantungan Indonesia akan impor sapi dan daging sapi ini akan terus berlanjut selama kapasitas produksi daging lokal belum mampu mencukupi kebutuhan konsumsi per kapita dalam negeri. Yang harus kita benahi disini adalah sisi hulunya, yakni produksi daging sapi lokal," tutur Syaikhu.

Syaikhu menekankan bahwa disitulah pentingnya meralisasikan konsep kedaulatan pangan bukan hanya sekedar ketahanan pangan.

"Ketahanan pangan lebih menekankan kepada ketersediaan, keterjangkauan, aksesibilitas. Sedangkan konsepsi kedaulatan pangan lebih kepada kemandirian, kesinambunngan, pertahanan dan keamanan," jelas Syaikhu.

Syaikhu menyampaikan telah memerintahkan DPP PKS dan Fraksi PKS di DPR dan MPR RI untuk mengawal kedaulatan pangan tersebut.

"Saya perintahkan DPP dan Fraksi PKS di DPR dan MPR RI untuk mengawal agenda kedaulatan pangan ini sebagai salah satu agenda strategis dan prioritas yang harus diperjuangkan," ucap Syaikhu.

Yang kedua, lanjut Syaikhu, penting juga dibenahi adalah aspek tata kelola niaga dan distribusi.

"Aspek ini perlu diperhatikan pembenahan dari aspek infrastuktur dan institusi. Dalam aspek infrastuktur kita harus reformasi pasar hewan hingga ke tingkat kecamatan, para peternak harus dibantu proses dari on farm ke off farm. Peran pemerintahan pusat dan daerah sangat signifikan dalam memperkuat infrastuktur pasar," ujar Syaikhu.

Syaikhu menambahkan dalam aspek institusi ada aspek aturan (rule of law) dan aspek penegakan hukum (law enforcement).

"Tata kelola niaga ekspor dan impor harus fair dan transparan, penegakkan hukum juga harus tegas kepada para spekulan. Hambatan-hambatan yang mendistorsi harga harus dihilangkan. Rantai penawaran juga harus dipangkas," papar Syaikhu.