PKS Sebut Delapan Aleg Perempuannya Sebagai Pelopor Ketahanan Keluarga Nasional
Jakarta (04/10) -- Sekretaris Jenderal DPP PKS, Mustafa Kamal menuturkan Anggota Legislatif Perempuan yang berasal dari PKS harus menjadi pelopor perjuang ketahanan keluarga di Parlemen. Hal ini disampaikan oleh Mustafa Kamal dalam agenda Diskusi Anggota Legislatif Perempuan DPR RI bersama Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS, Jum'at (04/10/2019), di Senayan, Jakarta Pusat.
"Saya menyebutnya, 8 kader perempuan PKS di DPR RI sebagai pelopor pertahanan keluarga, inilah yang menjadi amanah besar dari umat, bangsa dan negara," ungkap Mustafa.
Menurut Mustafa, banyak nilai-nilai yang berusaha untuk menghancurkan jati diri bangsa. Sehingga tidak saja wilayahnya yang terancam namun juga jati diri generasi penerus bangsa.
"Saat ini era yang sangat distruktif, jangan sampai kita kehilangan jati diri bangsa, jati diri bangsa itu adalah suami istri dan anak harus bekerjasama. Jangan sampai kita goyah, ini bukan hanya dihancurkan integritas wilayahnya namun juga integritas kepribadian anak Indonesia yang jauh dari moral nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 45," ungkapnya.
Mustofa berharap, pertemuan seperti ini semakin sering dilakukan oleh partai dengan anggota legislatifnya, "Semoga rutin dilakukan ya sinkronisasi seperti ini,".
Pertemuan tersebut juga disambut baik oleh para peserta. Salah satunya adalah Netty Prasetiyani, Anggota DPR RI Dapil Jabar VIII.
"Saya pikir ini sangat penting, mengingat penugasan kader sebagai Aleg adalah penugasan yang sifatnya institusional. Seseorang yang masuk ke DPR adalah mandatori partai. Sehingga sinkronisasi seperti ini sangat penting dilakukan," katanya.