PKS Harap Mendikbud Selesaikan Masalah di Wajah Pendidikan Indonesia
Jakarta (25/10) -- Ketua Bidang Kesra DPP PKS, Fahmy Alaydroes berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dapat selesaikan persoalan-persoalan diwajah pendidikan Indonesia, Jum'at (25/10/2019), Jakarta.
"Harapan saya, beliau mampu melihat peta masalah pendidikan di negeri kita yang masih sarat persoalan. Selama kepemimpinan Jokowi di periode pertama, angka lama sekolah penduduk Indonesia bergerak lamban," ungkap Aleg DPR RI Fraksi PKS ini.
Pada 2018, angka rata-rata lama sekolah penduduk Indonesia mencapai 8,58 tahun atau setara dengan kelas 2 SMP/sederajat. Angka tersebut menurut Fahmy belum memenuhi target Renstra Kemendikbud , yang ditargetkan mencapai angka 8,7 tahun.
"Kualitas penduduk kita berada di urutan 124 dari 187 negara, (BKKBN). Dengan kondisi demikian, tentu saja berdampak kepada Lemahnya Daya Saing Indonesia. Global Talent Competitiveness Index (GTCI)di tahun 2019 ini menempatkan Indonesia berada pada posisi ke enam di kawasan negara ASEAN," terang Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS ini.
Selain itu, Fahmy juga turut menyoroti masalah moral anak-anak bangsa yang masih begitu mengkhawatirkan.
"Penelitian yang dilakukan oleh Reckitt Benckiser Indonesia (2019) lewat mereka alat kontrasepsi Durex terhadap 500 remaja di lima kota besar di Indonesia menemukan, 33 persen remaja pernah melakukan hubungan seks penetrasi. Dari hasil tersebut, 58 persennya melakukan penetrasi di usia 18 sampai 20 tahun. Selain itu, para peserta survei ini adalah mereka yang belum menikah. Meskipun angka ini mendapatkan kritik, tetapi setidaknya memberikan warning dan potret buram wajah moralitas sebagian pelajar kita," lanjutnya.
Fenomena seks bebas ini menurut Fahmy semakin memprihatinkan dimana data dari hasil survei yang dilakukan oleh Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan sebanyak 32% remaja usia 14-18 tahun di kota-kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Bandung dan Yogyakarta) pernah berhubungan seks.