PKS Dorong Seni Budaya Jadi Gerakan Pelestarian Identitas Bangsa

JAKARTA — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf yang diwakili Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Protokoler dan Pengamanan Pimpinan Iman Firmansyah mendorong pengembangan seni dan budaya sebagai gerakan kolektif untuk melestarikan identitas bangsa sekaligus memperkuat karakter masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Iman saat menyampaikan arahan Presiden PKS dalam Sarasehan Seni Budaya DPP PKS 2026 bertema "Dari Talenta ke Karya, Dari Komunitas ke Gerakan Budaya" di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Dalam arahannya, Iman mengapresiasi penyelenggaraan sarasehan serta partisipasi para pegiat seni dan budaya dari berbagai daerah, termasuk 138 peserta Lomba Cover Lagu Daerah 2026. Ia menilai keterlibatan generasi muda menjadi potensi besar bagi masa depan seni dan budaya Indonesia.

"Kebudayaan ini bukan hanya sebuah warisan, tetapi terdapat nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan dirawat kepada generasi penerus," ujarnya.

Menurutnya, tantangan saat ini adalah memastikan kekayaan budaya Indonesia tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga tampil sebagai pelaku, pencipta, dan penggerak kebudayaan.

"Kita ingin generasi muda kita bukan sekadar menjadi penonton, tetapi ia harus menjadi aktor-aktor kebudayaan, aktor kesenian, bisa menjadi pencipta lagu, bisa menjadi pelaku, bisa menjadi penggerak dan seterusnya," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa partai politik memiliki peran dalam merawat identitas bangsa dan memperkuat karakter masyarakat. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui pemberian ruang bagi seniman dan komunitas budaya, memperjuangkan kebijakan serta anggaran yang mendukung keberlanjutan seni budaya, menghubungkan komunitas dengan industri kreatif, menanamkan nilai akhlak mulia, dan menjadikan kegiatan budaya sebagai gerakan berkelanjutan.

Menutup arahannya, Iman berharap Sarasehan Seni Budaya DPP PKS dapat melahirkan gagasan segar, dialog terbuka, dan komitmen yang diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kolaborasi berbagai pihak.

"Mari kita rawat kebudayaan karena merawat kebudayaan bukanlah tugas satu pihak saja, tapi tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.