PKS Dorong Koperasi dan Desa Jadi Motor Perekonomian Indonesia
JAKARTA — Ketua DPP PKS Bidang Koperasi dan Desa, Reni Astuti, menegaskan pentingnya memperkuat peran koperasi dan pembangunan desa sebagai ciri khas keindonesiaan dalam perekonomian nasional. Hal itu disampaikannya dalam Side Event Munas VI PKS, Ahad (28/9/2025).
Menurut Reni, keberadaan bidang baru di DPP PKS ini lahir dari kesadaran bahwa koperasi merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945, sementara pembangunan desa menjadi kunci pemerataan sebagaimana ditekankan dalam Asta Cita Presiden Prabowo.
“Indonesia memiliki lebih dari 80 ribu desa dengan potensi luar biasa. Jika desa tumbuh kuat, kesenjangan kota dan desa bisa ditekan, sekaligus menekan laju urbanisasi,” ujarnya.
Reni juga menyoroti pentingnya menarik minat generasi muda pada koperasi. Ia menilai, meskipun anak muda memiliki minat tinggi pada dunia entrepreneur, ketertarikan mereka pada koperasi masih terbatas.
Lebih jauh, Reni menekankan bahwa PKS memiliki sumber daya politik dan sosial untuk mengawal agenda tersebut. Di DPR RI, terdapat empat anggota Fraksi PKS yang bermitra dengan Kementerian Koperasi, selain juga ada kepala daerah serta legislator daerah dari PKS.
“Kekuatan ini akan kami sinergikan untuk mendukung pegiat koperasi, baik dari sisi akses, permodalan, maupun regulasi,” katanya.
Menutup paparannya, Reni menyatakan PKS berkomitmen untuk menggerakkan struktur hingga ke level desa dan kelurahan dalam mendorong pembangunan.
“Kader-kader PKS di desa bersama masyarakat akan memaksimalkan potensi lokal, baik di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, maupun ekonomi. Dengan begitu, desa benar-benar menjadi basis kemajuan Indonesia,” pungkasnya. (MF)