Mohamad Nuh: Pahlawan Sejatinya Mencari Pahala Dan Keridhaan Allah

Cibitung - Hari pahlawan 10 November tidak bisa dilepaskan dengan pernyataan kalimat takbir yang diucapkan oleh Bung Tomo di Surabaya. Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Mohamad Nuh selepas mengikuti rangkaian acara Peringatan Hari Pahlawan tingkat Kabupaten Bekasi di Plasa Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat (10/11/2019)

"Penamaan kata pahlawan berasal dari kata kata pahala atau dalam Bahasa Arab namanya jaza, kaitannya bahwa orang yang menjadi pahlawan memang mengharapkan "jaza" atau pahala dan keridhaan Allah, bukan mengharapkan balasan duniawi", tegas Ketua Umum DPD PKS Kabupaten Bekasi.

Nuh menambahkan, rasa kepahlawanan tidak bisa dilepaskan dengan semangat agama yang tinggi. Berdasarkan dan pengalaman sejarah  penggerak utama dari gerakan perlawanan terhadap penjajahan ini adalah para ulama. Mereka adalah sosok yang ikhlas, yang mencari keridaan Allah dan bukan ingin mencari balasan duniawi.

"Bahkan sebagian besar mereka rela mengorbankan nyawa, harta, waktu dan tenaga untuk kemerdekaan Republik Indonesia" pungkasnya.

Hadir dalam upacara peringatan Hari Pahlawan Bupati Bekasi dan unsur Muspida Kabupaten Bekasi. Tampak foto Pahlawan Nasional dari Bekasi KH. Noer Alie di pajang di tengah-tengah lokasi upacara.