Ditengarai Tempat Asusila, Walikota Padang Bongkar "Salon"

PADANG (14/5) – Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah bersama sejumlah aparat membongkar salon yang ditengarai menjadi tempat asusila. Pembongkaran tersebut dilakukan Mahyeldi saat blusukan ke Pasar Raya Padang, Komplek Padang Theatre, Rabu (13/4).

“Pasar aset Pemko (Pemerintah Kota Padang), yang menghalangi jalan dan tidak pada tempatnya, dibongkar,” tegas Mahyeldi sambil mengarahkan personil Satpol PP untuk membongkar pagar besi setinggi dua meter yang menjadi pembatas salon tersebut.

Usai membongkar pagar besi, Walikota Mahyeldi menemukan kamar-kamar yang nampaknya sudah dibuat seperti losmen. Tiga kamar di dalam salon berjendela kaca hitam dan terkunci rapat. Aparat yang mengintip dari luar mengatakan di dalam kamar terdapat jejeran tempat tidur.

“Siapa pemilik salon ini? Segera perintahkan petugas pasar untuk memanggil si pemilik,” tegas Mahyeldi. Namun, setelah ditunggu cukup lama, pemilik salon tidak muncul.

Walikota Mahyeldi pun memerintahkan aparat untuk mengeluarkan seluruh isi salon, seperti tempat tidur, kipas angin, botol minuman, dan sebagainya. Bangunan salon yang terbuat dari papan triplek pun dirubuhkan. Aksi tersebut tidak mendapat perlawanan dari pemilik yang kemudian mengetahui salonnya dibongkar.

“Bagaimana legalitas salon-salon ini? Segera kita periksa semua izin salon disini semuanya. Mana saja yang tidak sesuai dengan peruntukkannya,” kata Mahyeldi kepada aparat. Salah satu pemilik salon sempat berkilah bahwa usahanya belum lama dibuka sehingga ia belum mengantongi izin.

Sementara itu, langkah Walikota Mahyeldi memberantas salon di Padang Theatre mendapat respon positif dari pengunjung pasar. Nisa, salah seorang pengunjung pasar, mengapresiasi aksi Pemkot Padang.

“Bagus Pak Wali, masak pasar dijadikan tempat mesum. Kami kaum perempuan ini merasa terlecehkan dengan sikap oknum di atas itu,” katanya sambil menunjuk ke Lantai II Padang Theatre.

Di kesempatan yang sama, salah satu karyawan yang bekerja tak jauh dari Pasar Raya Padang, Budi, mengaku selalu merasa risih jika berjalan melalui Komplek Padang Theatre. Ia mengungkapkan keresahannya yang sering diganggu oleh para pekerja salon.

“Semoga dengan dibongkarnya sejumlah salon di lantai II Padang Theatre, lokasi tersebut bebas dari hal yang tidak menyenangkan. Semoga ini memberi efek jera kepada pemilik dan pekerja salon,” katanya.

Keterangan Foto: Walikota Padang Mahyeldi membongkar pagar besi yang menghubungkan salon di Lantai II Padang Theatre, Pasar Raya Padang, Rabu (13/5). 

Sumber: Humas dan Protokol Kota Padang