Cerita Sukses Gubernur NTB Bangkitkan UMKM Saat Pandemi

Gubernur NTB Zulkieflimansyah menaiki sepeda motor listrik buatan NTB (Arif/PKSFoto)
Gubernur NTB Zulkieflimansyah menaiki sepeda motor listrik buatan NTB (Arif/PKSFoto)

MATARAM -- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah menekankan pentingkan kebijakan dan kemauan pemerintah untuk bisa membantu UMKM. Adanya keberpihakan pemerintah dengan menyediakan pasar serta membeli barang UMKM adalah langkah nyata agar UMKM bisa bertahan di era pandemi.

"Untuk membina UMKM harus ada political will dari pemerintah terutama membeli produk dan menyediakan pasar. Persoalan UMKM kadang bukan tidak bisa produksi, tapi setelah produksi dengan anggaran terbatas, mau dijual kemana?" papar Zulkieflimansyah dalam Webinar Nasional "UMKM Tulang Punggung Ekonomi Bangsa, Penggerak Ekonomi Rakyat di Masa Pandemi", Sabtu (16/1/2021).

Ketua Badan Pembinaan Kepemimpinan Daerah DPP PKS ini mencontohkan saat pandemi Covid-19, Pemprov NTB memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat dan tenaga medis selama pandemi dengan barang-barang produksi NTB.

Ia menceritakan, bantuan sosial yang diberikan ke masyarakat saat awal Pandemi berupa beras, gula, garam, sabun, hand sanitizer dan masker semuanya adalah produk NTB.

"Ada 5.000 UKM yang bisa terlibat. Memang secara kualitas masih tertinggal dan secara harga masih lebih tinggi. Tapi kita berikan penjelasan ke aparat hukum, BPK dan BPKP bahwa ada cost of learning disana bagi UMKM NTB," ujar dia.

Terbukti, setelah produk didistribusikan melalui BUMDes dan masyarakat, ada masukan perbaikan terkait produk dari masyarakat yang mengggunakan.

"Pemerintah ambil produk lalu distribusi baru ada feedback dari konsumen sehingga ada pembelajaran. Alhamdulillah sekarang 5.000 UMKM ini sudah sesuai SNI. Mudah-mudahan ke depan produk NTB bisa kompetitif di pasar nasional bahkan global," ujar dia.

Zulkieflimansyah kembali menegaskan keberpihakan pemerintah sangat vital terhadap kemajuan UMKM. Selain membeli produk dan menyediakan pasar, juga diperlukan strategi pembangunan industri yang terkait dengan penyediaan bahan baku bagi UMKM.

"Kalau sudah jalan, produknya laku dan uang mengalir ke UMKM maka inovasi dan pembelajaran akan datang dengan sendirinya," cetusnya.