Belajar Partisipasi Politik Melalui Pemilihan Raya
SERANG (29/3) – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan Pemilihan Raya (Pemira) Anggota Majelis Syura (MS) Periode 2015-2020 merupakan hak dan kewajiban kader PKS untuk memilih kader terbaik di posisi lembaga tertinggi struktur partai.
“MS akan menentukan arah kebijakan partai kedepan. Kader akan memilih secara objektif kandidat yang dianggap mampu mengemban amanah ini karena semua Calon Anggota MS tentu sudah melalui verifikasi kemampuannya,” kata Jazuli saat ditemui di Serang, Banten, Ahad (29/3).
Jazuli melanjutkan di tengah fenomena pecah belah partai, terdapat pesan pembelajaran politik yang ingin disampaikan PKS kepada publik.
“Dengan sistem pemilihan yang dibuat di internal PKS, Insya Allah kecil kemungkinan ada ruang-ruang yang bisa diintervensi oleh siapapun. Terlebih untuk menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan PKS kedepan selain oleh kader itu sendiri,” ujar legislator asal Tangerang Selatan itu.
Menurut Jazuli, sistem Pemira dinilai sangat demokratis dan sesuai dengan prinsip-prinsip syura bagi internal PKS. Ia berharap PKS akan tetap solid dengan sistem pemilihan seperti ini dan terhindar dari fenomena pecah belah.
“Di internal PKS perbedaan pendapat itu juga ada karena hal ini adalah dinamika yang normal dan natural, sisi lain ruang konflik Insya Allah minimal. Sebagai partai kader, PKS mendidik dan membina bahwa jabatan itu bukan kehormatan dan kenikmatan, tapi suatu amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh karenanya tidak akan ada yang berebut cari jabatan. Bukti penting adalah Calon Anggota MS tidak ada yang diperbolehkan kampanye dan memang tidak ada yang mau kampanye,” jelasnya.
Pemira MS PKS Periode 2015-2020 diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia dan luar negeri, Ahad (29/3). Untuk wilayah Banten, akan diambil 3 dari 15 orang kandidat MS.
Sumber: Humas PKS Banten