Antisipasi Bencana Awal Tahun, PKS Minta Mitigasi Sampai Level Bawah

Ilustrasi: Relawan PKS saat turun di bencana longsor Sumedang
Ilustrasi: Relawan PKS saat turun di bencana longsor Sumedang

Jakarta -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerangkan musim hujan tahun 2020/2021 diwarnai oleh fenomena iklim global La Nina yang terjadi sejak awal Oktober 2020. La Nina diprediksi akan berlangsung hingga Mei 2021 dengan intensitas La Nina Moderat menjadi La Nina Lemah pada Maret 2021.

Kondisi ini menyebabkan adanya ancaman bencana seperti genangan, banjir, longsong, dan banjir bandang pada awal tahun 2021. Terbaru terjadi banjir dan longsor di wilayah Sumedang, Jawa Barat.

Ketua DPP PKS Bidang Kepanduan Yoyok Switohandoyo menyebutkan, tim Relawan PKS senantiasa bersiaga untuk mengantisipasi dampak bencana di seluruh wilayah Indonesia.

Yoyok meminta, data-data dari BMKG dan BNPB digunakan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah guna melakukan kebijakan antisipasi terjadinya bencana.

"Mitigasi bencana di negeri ini menjadi wajib. Menjadi lebih wajib karena kita masih berada di tengah pandemi. Selain La Nina yang berpotensi mengakibatkan banjir tanah longsor, beberapa gunung berapi kita juga erupsi. Mitigasi lengkap dengan keadaan pandemi mutlak dibutuhkan," papar Yoyok dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/1/2021).

Yoyok menambahkan, menurut data BMKG, beberapa daerah yang berpotensi mengalami curah hujan kategori tinggi pada Januari hingga April 2021 meliputi bagian barat Sumatra, sebagian besar Jawa, sebagian Bali, NTT, NTB, bagian tengah-utara Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

"Daerah yang masih akan terdampak La Nina adalah daerah utama tempat tinggal penduduk. Jadi pemerintah bisa memanfaatkan Satgas Covid-19 yang sampai level RT juga mendapatkan sosialiasi tentang persiapan menghadapai bencana alam," tutur dia.

Yoyok menyebut, pemerintah perlu melibatkan semua pihak dalam edukasi kewaspadaan bencana. Hal ini sudah berlangsung di tingkat lapangan dengan adanya koordinasi relawan di bawah komando pemeirintah dengan relawan dari unsur masyarakat termasuk kepanduan PKS.

"InsyaAllah Relawan PKS di setiap daerah siap mendukung dalam upaya edukasi, mitigasi, penyelamatan, pemberian bantuan sampai rehabilitasi," ujar Yoyok.