Anis Byarwati: Keuangan Syariah Butuh Duta Baru yang Populer
Jakarta -- Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti masih stagnannya popularitas keuangan syariah di masyarakat berdasar laporan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO).
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi XI, Anggota Fraksi PKS ini memberikan alternatif solusi untuk menaikkan tingkat popularitas keuangan syraiah.
Salah satunya, ujar Anis, dengan menampilkan duta-duta baru yang mampu mengartikulasikan dengan bahasa yang mudah dan populer tentang ekonomi keuangan syariah.
“Perlu ada influencer yang memperkenalkan dengan bahasa yang mudah dan populer apa yang dimaksud dengan keuangan syariah. Sehingga masyarakat menjadi tahu wujud nyata keuangan syariah yang dimaksud oleh pemerintah itu seperti apa. Dan masyarakat menjadi paham bahwa ekonomi syariah ini ketika tumbuh, bisa menjadi alternatif baru untuk ekonomi nasional Indonesia," papar Anis di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/11/2019).
Anis mengutip pernyataan Menkeu Sri Mulyani bahwa dalam sepuluh tahun terakhir belum terlihat wajah-wajah baru yang mampu mengartikulasikan ekonomi syariah dengan bahasa yang populer dan menarik.
Anis menegaskan hal tersebut sangat berkaitan dengan tingkat literasi dan inklusi. Jika masyarakat memiliki tingkat literasi yang bagus, memahami dengan baik tentang ekonomi keuangan syariah, akan berdampak pada tingkat inklusi yang meningkat.
“Jika masyarakat paham, mereka akan memilih dan mempercayakan dananya untuk dikelola oleh Bank-Bank Syariah,” ujar dia.