Anis Byarwati Apresiasi BI Kembangkan Ekonomi Syariah Pesantren
Semarang -- Dalam kunjungan kerja spesifik komisi XI DPR-RI ke Jawa Tengah terkait pengawasan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan pemberdayaan sector riil UMKM Bank Indonesia pada Jum’at, (22/11/2019), Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengapresiasi salah satu program strategis PSBI yaitu mendukung ekonomi syariah.
Salah satu dari pengembangannya dilakukan melalui upaya mendorong ekonomi pesantren sehingga pondok pesantren yang ada dapat mandiri dan bermanfaat bagi kehidupan para santri maupun masyarakat sekitarnya.
“Saya memang concern dan mendukung pengembangan ekonomi syariah. Yang dipilih oleh BI ini memang satu yang sangat strategis yaitu memberdayakan pesantren," ujar politisi PKS ini.
Anis kemudian meminta perwakilan dari pondok pesantren yang hadir untuk mengenalkan diri sehingga ia dapat bertanya langsung kepada mereka. Pondok pesantren penerima PSBI di Jawa Tengah sejak tahun 2015 yaitu Ponpes Roudhotul Mubtadiin, Ponpes Al-Anwar, Ponpes Futuhiyah, Ponpes Mas’udiyah, Ponpes Panbelan, dan Forum Komunikasi Ponpes.
Diantara program yang dibiayai oleh PSBI di pondok pesantren adalah digester pengolahan limbah kotoran santri, green house, hidroponik, pembelian mesin konveksi, bordir dan jahit, pengolahan air minum, pembelian mesin grafis dan printer, pembelian mesin pembuat pakan lele dan abon lele, pembuatan kandang kambing, pembuatan rak display trenshop dan pemajangan BI corner.
Pengembangan ekonomi syariah di pondok pesantren ini menurut Anis, sangat sesuai diberikan kepada provinsi Jawa Tengah karena Jawa Tengah merupakan provinsi ketiga terbesar yang memiliki pondok pesantren setelah Jawa Barat dan Jawa Timur.
“Karena pesantren di Indonesia menurut data dari BPS tahun 2015 ada sekitar 5850 yang tentu sekarang sudah meningkat lagi. Sebanyak 15,3 persen diantaranya ada di Jawa Tengah, jadi ini satu potensi yang sangat besar. Tidak hanya membuat masyarakat berkarakter akhlak mulia tetapi juga potensi ekonomi ada disitu. Karena santrinya juga luar biasa banyaknya. Dengan banyaknya pondok pesantren di Jawa Tengah, diharapkan dapat ikut serta membangun pertumbuhan ekonomi. Ini sangat saya apresiasi," tuturnya.